Jalur Cepat ’’Bypass’’ Bandara – Mandalika, Berfungsi Sebelum Gelaran MotoGP 2021

Proses pengerjaan jalan bypass BIZAM - Mandalika yang ditargetkan bisa fungsional awal Agustus mendatang. (Suara NTB/binamarga.pupr.go.id)

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan jalan bypass dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) – KEK Mandalika sepanjang 17,363 Km terus dikebut jelang perhelatan MotoGP 2021 yang akan digelar Oktober 2021 mendatang. Ditargetkan, jalur cepat bypass BIZAM – Mandalika sudah bisa fungsional atau dapat digunakan sebelum perhelatan MotoGP Mandalika, atau sekitar Agustus mendatang.

‘’Jalur cepat dulu dibangun, tapi sudah terbentuk badan jalan 50 meter. Insya Allah,  Agustus 2021 bisa terkejar, bisa digunakan jalur cepatnya,’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, H. Sahdan, S.T., M.T., dikonfirmasi Jumat, 8 Januari 2021.

Sahdan menjelaskan, jalan bypass yang dibangun dengan lebar 50 meter. Nantinya dibangun jalan dua jalur empat lajur. Ia mengungkapkan, progres pengerjaan di lapangan sudah ada yang mencapai 12 persen.

‘’Karena tiga paket ini tak samaan kontraknya. Paket 1, paket 2 dan paket 3 semua bisa kita kejar,’’ ujarnya yakin.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga terus melanjutkan pembangunan infrastruktur Jalan dan Jembatan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika. Salah satu pembangunan yang saat ini dilakukan yaitu pembangunan Jalan bypass BIZAM – Mandalika khusus untuk rencana pelaksanaan MotoGP di Mandalika.

Pembangunan jalan Bypass BIZAM – Mandalika ini akan meningkatkan konektivitas dari Bandara Internasional Lombok ke Kawasan Wisata Mandalika guna mendukung akses menuju sirkuit MotoGP.

Pembangunan Jalan Bypass Mandalika tersebut terdiri dari tiga paket pekerjaan yaitu Mandalika I, Mandalika II dan Mandalika III. Paket pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh tiga kontraktor yaitu yang pertama Nindya Karya Bumi Agung KSO, yang kedua Adhi Metro KSO dan yang ketiga PT Yasa Patria Perkasa.

Total panjang pembangunan jalan Bypass BIZAM  – Mandalika sendiri yaitu 17,363 Km yang terdiri dari paket Mandalika I panjang penanganan jalan nya 4,3 Km, untuk paket Mandalika II panjang penanganannya 9,7 Km dan paket Mandalika III sepanjang 3,363 Km.

Untuk tandatangan kontrak paket Mandalika I dimulai dari 5 Oktober 2020, paket Mandalika II di tanggal 20 Oktober 2020 dan paket Mandalika III  tanggal 3 Desember 2020. Nilai kontrak untuk paket Mandalika I sebesar Rp 181 miliar, Paket Mandalika II sebesar Rp 321 miliar dan paket Mandalika III sebesar Rp 138 milliar.

Dikutip dari laman binamarga.pupr.go.id, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  1.1 BPJN NTB Andhika Tommy Ardiansyah mengatakan  untuk Progress Pembangunan Jalan Bypass BIZAM  – Mandalika per 10 Desember untuk paket Mandalika I sudah 9,4%, untuk paket Mandalika II sudah 5,2%, sedangkan untuk paket Mandalika 3 karena baru dimulai yaitu 0.8%. Andhika juga mengatakan ada notulen rapat dari Kantor Staf Presiden agar jalan tersebut bisa fungsional  di awal Agustus 2021, karena di bulan tersebut rencana trial MotoGP Race Mandalika.

Sedangkan untuk PHO sendiri tetap sesuai dengan masa pelaksanaan masing-masing kontrak yaitu untuk paket Mandalika I di 5 Oktober 2021, untuk paket Mandilaka II di 20 Oktober 2021 dan untuk paket  Mandalika3 di III Desember 2021.

Dalam Pembangunan Jalan Bypass BIZAM  – Mandalika tersebut di dalamnya terdapat pembagunan 11 Overpass. Pembangunan Overpass pertama ada di STA 0.500 untuk akses jalan ke bandara (Jalan Inspeksi). Sedangkan Overpass ke-2 di STA 2.100 akses jalan ke Desa Ketare, untuk yang ke-3 rencana ada di STA 4.600 masuk di wilayah paket 2.

Selanjutnya ada di STA 6.800, di STA 7.750, di STA 9.300, di STA 10.600, di STA 14.450, di STA 14.800, di STA 15.500 dan terakhir di STA 17. Secara keseluruhan total ada 11 overpass dengan tiga tipe jembatan dan delapan tipe box culvert.

Tantangan dalam pembangunan jalan Bypass BIZAM  – Mandalika salah satunya jenis tanah yang membutuhkan penanganan khusus. Di paket Mandalika 1 dari STA 0 – 4.300 jenis tanah ekspansif menuntut untuk treatment khusus. Sehingga dipasang geomembrane tipe PVC.

Geomembrane ini memang khusus karena dia komposit. Kompositnya dengan geotextile. Tengahnya geomembrane PVC  dilapisi geotextille untuk melindungi dari tusukan-tusukan batu atau akar dari bawah jika masih ada. Treatment  tersebut diberlakukan juga untuk paket 2 dari STA 4.300 – 5.300.  (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here