Jalur Bandara Gelap Gulita dan Bundaran GMS ‘’Mati Suri’’

Jalur bandara I gelap akibat lampu PJU tak berfungsi.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Jalur bypass menuju bandara di kawasan Lombok Barat (Lobar) khusunya bypass I gelap. Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena tak ada satupun lampu PJU yang menyala. Dikhawatirkan kondisi ini rawan terjadi kecelakaan dan aksi kejahatan. Selain jalur bypass yang gelap, bundaran Giri Menang Square (GMS) yang dulunya hidup dengan lampu dan air mancurnya kini  tak berfungsi, sehingga kondisinya terkesan mati suri.

Pantauan koran ini mulai memasuki jalur bypass I di perbatasan Lobar dengan Lombok Tengah (Loteng) di wilayah Kuripan semua lampu jalannya mati. Ada satu lampu PJU berfungsi, namun kedap kedip. Pemandangan di jalur ini begitu menyeramkan, akibat kondisinya gelap. Jalan hanya diterangi lampu sorot kendaraan.

Iklan

Hingga bundaran GMS, lampu PJU yang menyala hanya beberapa titik saja menambah kesan kawasan ini terlihat mati. Begitu pula di GMS, sisa material tanah yang sudah diratakan membuat bundaran yang menjadi magnet warga ini terkesan kumuh. Hanya tersisa lampu otomatis yang menyala, sedangkan air mancur sudah tak berfungsi.

Ketua Jarinkobar Munawir mengkritisi sangat minimnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas yang telah dibangun tersebut. Contohnya Kawasan Bundaran GMS yang ditimbun dari anggaran yang tak jelas, namun dibiarkan tidak diselesaikan untuk ditata secara asri dan cantik. Karena dulunya kawasan ini menjadi tren tempat nongkrong warga di saat minimnya kawasan wisata di daerah ibu kota.

“Kenapa sekarang malah GMS ini tenggelam dengan persaingan bundaran Jempong Mataram. Seharusnya ini menjadi titik poin Pemda melakukan persaingan melakukan pembangunan dengan daerah lain. Tapi ini malah dibiarkan hidup segan mati tak mau,” kritiknya.

Hal senada disampaikan pentolan Jarinkobar Muhazzam. Menurut dia, berbagai fasilitas seharusnya dijaga dan dirawat justru terbengkalai. “Contoh bundaran GMS,”ujar dia.

Karena itu, ke depan Jarinkobar yang kepengurusannya sudah direstrukturisasi akan mengawal dan mengkritisi berbagai kebijakan Pemda yang masih belum sesuai harapan masyarakat. “Kita melihat Lobar memperihatinkan, kalau dibandingkan Loteng, Lobar ini tertinggal. Karena itu kami akan  menjadi mitra kritis dan memberi solusi,”tegas dia.

Contoh penataan kawasan Loteng dan wisatanya sudah jauh lebih maju saat ini, apalagi dengan adanya KEK dan MotoGP.

Menanggapi hal ini Kabid Tata Kota dan Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman Lobar, Nyoman Sugiarta mengaku kondisi lampu jalan di jalur bandara  gelap akibat diduga ada unsur kesengajaan jaringan kabel diputus. “Beberapa kali kami perbaiki tapi ada unsur kesengajaan kalau kami lihat dia diputus kemungkinan orang terganggu yang jalan malam,”aku dia.

Menurutnya ada saja jaringan PJU yang gangguan atau konslet, selama masih bisa diatasi dengan bahan yang ada maka pihaknya langsung perbaiki. Hanya saja diakui, suplai untuk bahan pada APBD perubahan sudah tidak ada, sehingga bisa dilakukan perhatikan dengan berbagai trik. “Memang kami keterbasan bahan,”aku dia. Apalagi lampu di atas lima tahun sering kali gangguan.

Begitupula di jalur bandara II, beberapa titik mati karena arus pendek. Pihaknya menemukan ada dugaan unsur kesengajaan menebas kabel listrik. “Tapi sudah kami perbaiki,”aku dia.

Terkait kondisi Kawasan Bundaran GMS, diakui terkendala anggaran. Pihaknya selalu bawahan hanya menunggu kebijakan anggaran dari pimpinan. Apalagi dia sendiri baru menjabat dua bulan di bidang pertamanan, sehingga ia berupaya memadamkan penanganan ke depan. (her)