Jalankan Prokes, Sekolah di Mataram Tetap Gelar Kegiatan Keagamaan

Suasana kegiatan literasi keagamaan yang dilaksanakan SMPN 6 Mataram dengan tetap menjaga jarak, Jumat, 28 Mei 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah jenjang pendidikan dasar tetap menggelar kegiatan keagamaan selama pembelajaran tatap muka. Hal itu sesuai dengan arahan Dinas Pendidikan Kota Mataram. Salah satu sekolah yang melaksanakannya yaitu SMPN 6 Mataram yang menggelar kegiatan literasi keagamaan di awal pembelajaran tatap muka terbatas. Tentunya, pelaksanaan literasi keagamaan ini dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat terhadap siswa dan guru sebelum kegiatan berlangsung.

Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin pada Jumat, 28 Mei 2021 menyampaikan, pihaknya masih melaksanakan pola yang sama dengan saat bulan Ramadhan. Hal ini karena Dinas Pendidikan mengarahkan agar sekolah tetap melaksanakan kegiatan sekolah mengaji. “Masih sama dengan kegiatan di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Iklan

Dengan adanya pembelajaran tatap muka, pihaknya bisa mengintensifkan proses belajar mengajar antara siswa dan guru. Sekaligus untuk persiapan penilaian akhir semester genap. “Kami akan mengintensifkan pembelajaran, fokus terhadap kompetensi yang belum dikuasai oleh siswa,” ujarnya.

Azizudin menyebutkan, pihaknya membuat jadwal belajar mingguan dengan membagi masuk sekolah antara siswa kelas VII dan VIII secara bergiliran. Siswa pun dibagi dengan sebagian mengikuti pembelajaran secara luring dan belajar dari rumah (BDR).

Kegiatan serupa juga digelar di beberapa SD di Kota Mataram. Salah satunya di SDN 10 Mataram yang menggelar iman dan takwa (imtak) sebelum pelajaran dimulai. Pantauan Suara NTB, sebelum kegiatan imtak dimulai, murid yang punya giliran masuk sekolah pada hari itu dan guru yang mengajar harus memakai masker dan diperiksa suhu tubuhnya.

Setelah masuk dalam kawasan sekolah, murid harus mencuci tangan di lokasi yang sudah ditetapkan. Jika ada murid atau tenaga kependidikan yang memiliki suhu tubuh di atas 37ᵒ disuruh pulang. Murid yang mengikuti imtak kemudian diarahkan oleh salah satu guru untuk duduk dengan tetap menjaga jarak, sehingga kemungkinan murid berinteraksi satu sama lain bisa dicegah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali, juga menyampaikan, program sekolah mengaji tetap dilaksanakan oleh sekolah dengan jadwal dan durasi waktu disesuaikan oleh sekolah masing-masing. Kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas dan terkontrol di satuan pendidikan negeri dan swasta di Mataram boleh dilaksanakan untuk peserta didik seperti semula.

“Dengan jadwal dan durasi waktu pembelajaran ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing. Pembelajaran tatap muka bagi peserta didik untuk memperkuat PJJ dan persiapan ujian akhir semester genap atau kenaikan kelas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, seluruh warga sekolah yang melaksanakan aktivitas di satuan pendidikan wajib mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan. Ia meyebutkan, warga sekolah harus disiplin menggunakan masker, dengan menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu. Masker kain digunakan setiap empat jam atau sebelum 4 jam saat sudah lembab atau basah.

Warga sekolah juga harus mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan atau hand sanitizer yang dilakukan sebelum dan sesudah beraktivitas. Juga menjaga jarak atau menghindari kerumunan, tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan.

“Program sekolah mengaji tetap dilaksanakan oleh sekolah dengan jadwal dan durasi waktu disesuaikan oleh sekolah masing-masing,” ujar Fatwir. (ron/ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional