Jalan Rusak Telan Korban Jiwa, OPD di Lobar Malah Prioritaskan Proyek di Kantor Pemda

0
Akses jalan rusak yang tak kunjung dibangun di Sekotong (foto kiri). Di sisi lain, OPD justru memprioritaskan proyek penataan Perkantoran (foto kanan). (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pembangunan penataan kawasan perkantoran Pemda Lombok Barat tetap dilaksanakan, meskipun terjadi pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19. Namun, justru dana proyek penataan berupa pemasangan paving block di sepanjang jalan lingkungan perkantoran Pemkab yang dinilai kurang urgen tetap berlanjut.

Di sisi lain, OPD kurang memiliki skala prioritas dalam penanganan pembangunan. Pasalnya, akses jalan kabupaten yang rusak parah di dusun Lendang Re desa Sekotong tengah menuju Desa Kedaro tak kunjung dibangun.

IKLAN

Akses jalan kabupaten yang menghubungkan antara Dusun Lendangre Desa Sekotong Tengah menuju Desa Kedaro Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat butuh perbaikan. Setelah sempat beberapa kali dilakukan perbaikan, jalan menuju Dusun Long-longan ini terlihat mengalami kerusakan cukup parah.

Bagian bahu jalan mengalami longsor,sehingga membahayakan para pengendara. “Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di daerah tersebut bahkan ada meninggal. Sebelum lebih banyak korban, perlu segera dilakukan perbaikan,” tutur warga.

Kepala Sekotong Tengah sudah memerintahkan jajarannya untuk bersurat ke Pemda Lombok Barat, terkait kerusakan di jalan tersebut.

“Saya sudah perintahkan kepada kadus Long-longan untuk memfoto dan kami akan layangkan surat ke Pemda untuk mendapatkan tanggapan,” kata Lalu Sarappudin, Kades Sekotong Tengah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lobar, Made Arthadana mengatakan, perbaikan akses jalan itu masuk usulan prioritas hasil Musrenbang dan dinas salah satunya. “Usulan Prioritas hasil Musrenbang dan prioritas dinas salah satunya itu, tapi masalahnya uang saja, anggaran,” aku Made.

Dijelaskan, jalan ini masuk prioritas dinas dari sisi perencanaan teknis. Apakah bisa masuk APBD perubahan? Pihaknya tetap mengusulkan. Pihaknya akan mengupayakan usulan pada APBD perubahan. Terkait OPD lebih prioritaskan penataan lingkungan Pemda lebih-lebih dimasa pandemi, ia mengaku tidak menangani penataan.

“Saya ndak tahu itu (penataan), bukan di kami,” ujar dia. Pihaknya menampik jika Pemda tak memprioritaskan jalan. Yang jelas jalan tersebut masuk prioritas, hanya saja persoalannya pada anggaran. (her)