Jalan Rusak Parah, Warga Sambi Rempek Tagih Janji Kampanye Wabup Lobar

Kondisi jalan kabupaten di Dusun Sambi Rempek Desa Labuan Tereng rusak parah. Warga menagih janji Pemda untuk membangun jalan tersebut. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga yang bermukim di perbukitan Dusun Sambi Rempek Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat mengeluhkan kondisi jalan kabupaten yang rusak parah yang menghubungkan Desa itu dengan Desa Eyat Mayang. Akses jalan sepanjang sekitar 3 kilometer ini telah bertahun-tahun diusulkan ke Pemda namun tak kunjung ditangani.

Warga setempat pun pernah melakukan aksi menanam pohon di jalan itu sebagai bentuk protes, akan tetapi tak membuat Pemda bergeming. Mereka pun menuntut janji Wakil Bupati (Wabup) Lobar yang turun kampanye ke daerah itu saat Pilkada lalu. Wabup saat itu berjanji membangun jalan tersebut.

Kadus Sambi Rempek, Zubaidi.,S.T., mengatakan jumlah KK yang mendiami dusun itu mencapai 155 KK atau 465 jiwa. Ratusan KK yang bermukim di dusun itu sangat menderita karena jalan yang rusak parah. Padahal jalan ini berstatus jalan kabupaten. “Itu jalan kabupaten, sudah sering kami usulkan tapi tidak kunjung ditangani. Padahal ibu Wabup pernah kesana dan janji ke warga untuk bangun jalan itu, tapi sampai sekarang belum. Kami tagih Janji Pemda ini,”tegas dia belum lama ini.

Wabup turun ke daerah itu saat kampanye. Bahkan mantan Ketua DPRD Lobar itu menerabas jalan tanah menuju Eyat Mayang. Sehingga Wabup sendiri tahu kondisi jalan itu.
Kades Labuan Tereng Humiadi mengatakan, warganya sangat butuh jalan Sambi Rempek menuju Eyat Mayang segera dibangun. “Jalan ini berstatus jalan kabupaten, panjangnya sekitar 2,5-3 kilometer. Tapi tak kunjung ditangani Pemda,”keluh dia.

Menurutnya, jalan ini sudah tidak layak karena kondisinya yang rusak parah. Selain jalan ini, ada juga beberapa jalan rusak di desanya. Seperti di Dusun Embung Kolah, Pelepok, Pancor Mas dan Tibu Lilin. Namun beberapa ruas jalan ini jalan desa yang sudah diusulkan statusnya menjadi jalan kabupaten.

Beberapa dusun ini dihuni oleh 450 KK atau 1.350 jiwa. Setiap hari, kalau mau beraktifitas ribuan warga harus melalui jalan rusak. “Yang paling perlu jalan Sambi Rempek ini karena masuk status jalan kabupaten,”jelas dia.

Untuk jalan Sambi Rempek, pihak desa sudah mengusulkan ke Pemda sejak 2017. Dalam Musrenbang kecamatan, jalan ini masuk peringkat 2. Setelah Bun Beleng. Selain jalan yang belum tertangani, ia juga mendapat informasi jika akses jalan penghubung dengan desa Sekotong Timur menuju Bun Beleng sepanjang 3 kilometer tak bisa dilaksanakan tahun ini.

Padahal awalnya Pemda berjanji membangun tahun ini karena faktor anggaran. Kemungkinan Pemda lebih memprioritaskan menangani jalan Buwun Mas Sekotong, sesuai permintaan DPRD dapil setempat. Sementara itu, Pemkab Lobar melalui Camat Lembar Hasanudin mengatakan pihaknya akan memfasilitasi usulan warga ke Pemda dalam hal ini Dinas PU.

“Kami akan segera tindaklanjuti,”jelas dia. Ia akan berkordinasi dengan desa untuk langkah tindaklakjut. Diakui, selama ini belum ada komunikasi atau pemberitahuan desa ke kecamatan soal kondisi jalan tersebut. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here