Jalan Provinsi di Poto Tano Alami Penurunan Fungsi

Kondisi ruas jalan provinsi di kecamatan Poto Tano berdebu akibat material lumpur terbawa saat hujan turun. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Jalan provinsi yang berada di kecamatan Poto Tano mengalami penurunan fungsi. Sebab jalan yang didesain jalur dua itu, faktanya dalam beberapa waktu terakhir yang bisa dilalui hanya satu ruas saja.

Digunakannya hanya satu ruas saja jalan yang terbentang di depan desa Tambak Sari itu bukan tanpa alasan. Masyarakat pengguna jalan merasa lebih aman tidak melalui badan jalan yang mengarah ke cematan Seteluk karena kondisinya yang banyak dipenuhi material lumpur dan bebatuan. Di mana lumpur dan bebatuan yang masuk ke ruas jalan saat hujan turun tidak pernah dibersihkan.

Iklan

“Saya sebulan ini kalau dari arah pelabuhan tetap lewat jalur arah Seteluk. Karena mau lewat jalur sebenarnya banyak lumpur,” kata Haris, salah seorang pengendara yang kerap lalu lalang di jalur tersebut.

Menurut Haris, melewati jalur jalan provinsi yang beberapa titiknya tertibun material lumpur dan bebatuan sangat beresiko. Terutama saat hujan turun. Limpasan air dari atas gunung sangat deras. Sementara dalam kondisi kering, lumpur-lumpur berubah menjadi debu.

“Kalau lagi kering juga kita kasihan warga yang bermukim depan jalan. Karena debunya terbang ke rumah-rumah mereka. Makanya saya tetap pilih lewati satu jalur saja,” cetusnya.

Sebenarnya kondisi ruas jalan provinsi di depan desa Tambak Sari itu sudah berlangsung sejak awal jalan tersebut danfaatkan. Ketika memasuki musim penghujan, otomatis ruas jalan yang menuju kecamatan Seteluk akan sulit dilalui. Material lumpur dari atas gunung selalu saja masuk ke badan jalan karena tidak adanya drainase yang menghadangnya.

Kondisi itu sendiri oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sempat mengatensi. Bahkan sekitar awal Januari lalu, Dinas PUPRPP setempat berkoordinasi dengan Pemprov NTB dan melakukan pembersihan lumpur dan batuan yang terus mengendap di badan jalan. Hanya saja upaya tersebut hanya mengatasi sementara. Karena setelah turun hujan beberapa kali timbunan lumpur di ruas jalan yang dibangun sekitar tahun 2015 lalu itu kembali terjadi. (bug)