Jalan Jalur Genggelang Terancam Putus

Jalur jalan sebelum Kampung Cokelat Kecamatan Gangga terancam putus akibat hujan lebat. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Ruas jalan Kabupaten jalur Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU) terancam putus. Kondisinya memprihatinkan pasca hujan lebat yang terjadi 3 hari terakhir di wilayah itu.

Informasi yang dihimpun koran ini, jalan utama itu berada di turunan sebelum gapura Kampung Cokelat, Dusun Senara. Bahu jalan mengalami abrasi akibat meluapnya air. Secara kebetulan, dataran pada titik yang terancam putus paling rendah, sehingga air hujan terkonsentrasi di sana. Akibatnya, bahu di kiri dan kanan jalan terkikis. Sebagian badan jalan aspal juga mengalami abrasi.

Iklan

“Kami minta supaya jalan itu cepat ditangani, karena ini akses satu-satunya bagi warga 6 dusun di Genggelang dan satu dusun di Desa Selelos,” ujar Kepala Desa Genggelang, Almaudodi, Jumat, 3 April 2020.

Dodi menyebut, warga yang terancam terisolir antara lain, warga Dusun Paok Rempek, Dusun Kujur, Senara, Gangga, San Sambik dan Lias. Jalan ini tembus melingkar sampai ke Bentek. Namun mustahil bagi warga untuk menghilangkan arah memutar, karena memakan waktu dan biaya transportasi.

Dusun-dusun yang disebutkan memiliki potensi hasil bumi dengan mobilitas ekonomi yang tinggi. Rata-rata dusun menghasilkan kakao, pisang, kelapa, kopi, cengkeh, durian dan buah-buahan lainnya. “Harapan kami segera ditangani, kalau tidak warga akan terisolir begitu hujan lebat lagi,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR KLU, Kahar Rizal, ST., mengakui sudah menurunkan Tim pada Bidang Bina Marga untuk melihat kondisi jalan. Ia membenarkan, gorong-gorong yang dibangun pascagempa tidak mampu mengalirkan air dengan lancar. Kemungkinan terjadi penyumbatan, sehingga air meluap dan merusak bahu jalan. “Waktu itu kita sudah bersihkan dengan alat berat, tapi tersumbat lagi. Solusinya sudah kita siapkan, cuma butuh anggaran yang harus disetujui oleh TAPD,” ungkapnya.

Menurut Kahar Rizal, perkiraan sementara dana yang dibutuhkan pada titik jalan yang rusak sebesar Rp400 juta, atau lebih. Gorong-gorong di bawah jalan akan diperlebar untuk mencegah genangan di kemudian hari. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here