Jaksa Sasar Kontraktor Dalami Dugaan Penyimpangan Bendung Arahmano

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa terus mendalami dugaan penyimpangan proyek Bendung Arahmano, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar. Dari hasil cek lapangan, diketahui ada item yang dilaporkan tidak masuk dalam kontrak. Untuk itu jaksa akan memeriksa kontraktor pelaksana sebelumnya, karena proyek bendung ini diketahui dikerjakan beberapa tahap oleh kontraktor berbeda.

Kasi Intelijen Kejari Sumbawa, Putra Riza Akhsa Ginting, S.H yang ditemui di ruangannya, Selasa, 5 Juni 2018 mennyatakan pihaknya sudah menindaklanjuti laporan dugaan penyimpangan proyek bendung setempat dengan turun ke lapangan.

Iklan

Dari pengecekan yang dilakukan, pihaknya membenarkan adanya sayap kanan bendung yang jebol. Namun setelah melakukan klarifikasi ternyata item tersebut tidak masuk dalam kontrak. Artinya yang dilaporkan tersebut bukanlah pekerjaan yang saat ini terdapat dalam kontrak, tetapi dikerjakan oleh kontraktor yang sebelumnya.

“Memang sifat laporannya umum. Setelah kita cek ke lokasi, ternyata yang dilaporkan itu di luar kontrak. Pekerjaan yang ada dalam kontrak intinya sudah semua dikerjakan. Ada beberapa item saja yang masih dilakukan pemeliharaan yang memang masih tanggung jawab dari kontraktor sebelumnya,” ujarnya.

Pihaknya pun sudah melakukan pemanggilan terhadap kontraktor pelaksana yang mengerjakan sebelumnya beberapa waktu lalu. Namun kontraktornya tidak memenuhi panggilan tanpa ada keterangan atau mangkir.

Rencananya, pihaknya kembali akan melakukan pemanggilan kedua dengan menyampaikan langsung ke alamat email perusahaan. Pihaknya juga akan meminta bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Kontraktor yang baru sebelumnya sudah dimintai keterangan. Sekarang mendalami itemnya. Sementara ini kita baru akan memanggil kontraktornya. Saat ini masih tahap pulbaket,” tandasnya. (ind)