Jaksa Mulai Periksa Berkas Pembunuhan Linda

Tersangka Rio menunggangi kendaraannya kabur dari rumah saat peragaan rekonstruksi kasus pembunuhan Linda Novitasari Agustus lalu.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram melimpahkan berkas perkara kasus dugaan pembunuhan Linda Novitasari ke jaksa peneliti Kejari Mataram. Berkas dengan tersangka Rio (22), kekasih korban ini mulai diteliti kelengkapannya. Apabila masih kurang, berkas bakal dikembalikan lagi.

Kepala Kejari Mataram Yusuf menerangkan tim jaksa Seksi Pidana Umum sudah menerima pelimpahan tahap satu berkas tersebut. “Baru hari ini kita terima. Kita punya waktu 14 hari untuk meneliti berkasnya,” ucapnya, Jumat, 11 September 2020. Dia menambahkan, kasus tersebut masuk atensi. Penelitian kelengkapan berkas disegerakan. Tujuannya agar kasus dapat selesai segera. “Sebelum 14 hari, kami pastikan sudah selesai diteliti,” imbuhnya.

Iklan

Sesuai dengan KUHAP, apabila berkas kurang lengkap nantinya jaksa peneliti akan mengembalikan lagi berkasnya ke penyidik. Disertai petunjuk P-19 untuk dilengkapi. Yusuf belum bisa menerangkan lebih banyak mengenai materi perkara tersebut. Sebelumnya, Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, tim penyidik melimpahkan berkas karena pemeriksaan dan penyitaan untuk sementara dicukupkan.

“Alat bukti terkait unsur pidananya sudah lengkap sehingga kita limpahkan. Nanti kita lihat pendapat jaksa seperti apa,” ujarnya. Tersangka Rio pun sudah diperiksa lagi. Serta sejumlah saksi lain yang banyaknya sampai 23 orang. Termasuk ahli forensik yang menerangkan secara medis kondisi kematian korban. Kadek Adi mengatakan, ahli forensi menerangkan korban Linda diyakini sebagai korban pembunuhan.

“Ada tulang lidah yang patah tanda dari pencekikan. Kecil kemungkinan tulang patah disebabkan gantung diri,” paparnya. Begitu juga dengan kondisi korban yang baru mulai mengandung janin. Tampak dari ukuran rahim korban yang lebih besar dari kondisi normal. “Tim forensik tidak menjelaskan umur kehamilannya. Hanya menjelaskan adanya tanda-tanda kehamilan,” tutup Kadek Adi.

Tersangka Rio disangka membunuh Linda pada Kamis, 23 Juli 2020 petang di Perumahan Royal Mataram. Tersangka mencekik leher korban. Tubuh korban kemudian digantung di ventilasi. Pembunuhan diduga dipicu tersangka yang dimintai pertanggungjawaban atas kehamilan korban. Tersangka Rio dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia. (why)