Jaksa Matangkan Lagi Penyidikan Kasus Aset LCC

Ery Ariansyah Harahap (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penyidik Kejati NTB mematangkan lagi unsur dugaan korupsi dalam kasus agunan aset lahan Pemda Lombok Barat untuk Lombok City Center seluas 8,4 hektare. Selain nilai aset yang diagunkan, jaksa menggodok indikasi korupsi dalam penyertaan modal PT Tripat dalam pengelolaan aset di Kecamatan Narmada itu.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati NTB Ery Ariansyah Harahap menjelaskan bahwa klarifikasi saksi-saksi belum diagendakan secara rinci. “Siapa-siapa yang akan dipanggil untuk menjadi saksi itu menunggu hasil rapat tim lebih dahulu,” ujarnya kemarin.

Iklan

Kasus tersebut, sambung dia, perlu dimatangkan kembali. Hal itu terkait dengan fokus penyidikan. Nantinya saksi yang dipanggil untuk diperiksa dirunut. “Kita matangkan dulu. Untuk yang dipanggil ini nanti ya semua yang ada kaitannya,” kata Ery.

Saksi yang dipanggil itu antara lain manajemen dari PT Tripat selaku perwakilan Pemda Lobar di LCC serta PT Bliss selaku mitra pengelola. Ery tidak menampik peluang pemanggilan kepala daerah untuk diperiksa sebagai saksi. Kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan.

Jaksa penyidik mengumpulkan dua alat bukti dalam kasus yang ditaksir merugikan negara Rp1,7 miliar tersebut. Saat ini jaksa penyidik, sambung dia, sedang berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan NTB untuk penghitungan kerugian negaranya.

Pengelolaan aset Pemda Lobar melalui LCC ditengarai ada indikasi penyimpangan sebab dividen dari PT Tripat tidak lancar disetorkan. Pemda Lobar semestinya menerima sebesar 3 persen per tahun dihitung dari angka penyertaan modal dari bisnis pusat perbelanjaan itu. Bisnis pusat perbelanjaan itu dengan memanfaatkan lahan Pemda Lobar seluas 8,4 hektare. (why)