Jaksa Kasasi Vonis Banding Ispan

Yusuf. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penuntut umum Kejari Mataram tidak mau kecolongan soal perkara fee proyek penataan kawasan wisata Pusuk Sembalun yang menjerat mantan Kadispar Lombok Barat Ispan Junaidi. Jaksa pun mengajukan kasasi. Seperti halnya Ispan yang sudah lebih dulu kasasi. “Tentunya karena mereka kasasi, kita juga kasasi. SOP-nya, kalau terdakwa kasasi, jaksa juga wajib kasasi,” tegas Kepala Kejari Mataram Yusuf dikonfirmasi Selasa, 16 Juni 2020.

Meskipun dalam putusan Pengadilan Tinggi NTB, hakim banding sudah memutus dengan pertimbangan pembuktian pasal 12e UU Tipikor. Pasal yang sama yang dipakai jaksa dalam menuntut Ispan di pengadilan tingkat pertama. Dalam kasasinya, Yusuf mengatakan jaksa penuntut umum akan mengajukan penuntutan yang sama. “Kami tetap ajukan pasal 12 karena faktanya sesuai dengan keyakinan kami demikian. Silakan saja terdakwa kasasi, nanti kita uji pendapat hukum di Mahkamah Agung,” jelasnya.

Iklan

Anggota tim penasihat hukum Ispan, Mujtahidin sebelumnya sudah mengajukan kasasi. Pertimbangannya mengacu pada pasal 11 yang dipakai hakim PN Tipikor Mataram memutus vonis. Pengadilan Tinggi NTB menjatuhkan vonis banding dengan menyatakan terdakwa Ispan Junaidi terbukti bersalah sesuai dakwaan pasal 12e UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang tindak pidana korupsi juncto pasal 64 KUHP. Vonis yang dijatuhkan yakni pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Putusan banding itu membatalkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Yang mana menjatuhi Ispan dengan pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda Rp50 juta subsider tiga bulan. vonisnya mengacu pada dakwaan pasal 11 UU Tipikor. Sementara jaksa penuntut umum sebelumnya mengajukan tuntutan pidana terhadap Ispan dengan penjara selama tujuh tahun, serta denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Terdakwa Ispan terbukti menerima duit fee proyek dari kontraktor sebesar Rp73,5 juta.  uang itu terkait dengan proyek penataan kawasan wisata Pusuk Lestari, Batulayar, Lombok Barat senilai Rp1,58 miliar yang dikerjakan CV Titian Jati. (why)