Jaksa Banding Vonis Sahyan

Wayan Suryawan. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Vonis penjara enam bulan 22 hari Kades Lingsar nonaktif, Sahyan masih mengganjal bagi jaksa penuntut umum. Terdakwa korupsi dana CSR PDAM Giri Menang itu sebelumnya dituntut satu tahun sembilan bulan penjara. Jaksa memilih jalur upaya hukum lanjutan.

“Sudah kita nyatakan banding,” kata Kasi Pidsus Kejari Mataram Wayan Suryawan, Senin, 9 Maret 2020 kemarin ditemui di ruang kerjanya.

Iklan

Menurutnya, vonis hakim tersebut belum sesuai dengan rasa keadilan. menurut SOP kejaksaan, vonis itu juga masih jauh dari 2/3 dari tuntutan yang sudah diajukan. Dalam pertimbangannya, hakim menambahkan penerapan hukum pasal 12A UU Tipikor, yang mengatur korupsi dengan nilai di bawah Rp50 juta.

“Tidak mempertimbangkan perhitungan ahli,” ujarnya.

Kerugian negara yang dihitung majelis hakim sebesar Rp5 juta. Sementara jaksa tetap meyakini kerugiannya total sebesar Rp165 juta. Dana CSR itu langsung dipakai Sahyan untuk merealisasikan program 100 hari janji kampanyenya.

“Uang itu kan masuk dalam pendapatan desa. Penggunaannya tanpa dibahas dulu sehingga audit menyatakan total loss,” terangnya.

Sepekan sebelumnya, Sahyan dijatuhi hukuman lebih ringan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Terdakwa korupsi dana CSR PDAM Giri Menang ini hanya dijatuhi vonis penjara selama 6 bulan 22 hari.

Hakim menjatuhkan vonis berdasarkan pasal 12A juncto pasal 18 UU Tipikor juncto pasal 64 ayat 1 KUHP, untuk korupsi yang nilainya paling banyak Rp5 juta. Sahyan divonis untuk mengganti kerugian negara sejumlah tersebut.

kerugian negara dalam kasus itu sejumlah Rp5 juta karena dihitung dari actual loss. Dalam persidangan, terungkap bahwa terdakwa Sahyan menggunakan uang tersebut sesuai dengan isi MoU antara Desa Lingsar dengan PDAM Giri Menang yang diteken awal 2019 lalu.

MoU menyebut alokasinya 40 persen untuk lingkungan, 30 persen untuk mendukung kegiatan ekonomi, dan 30 persen untuk kegiatan sosial. Kades membuat Rencana Penggunaan Dana sesuai dengan MoU yang disepakati. (why)