Jajaki Rute Lombok – Darwin, Dispar NTB Bangun Komunikasi dengan Maskapai Penerbangan

H.Moh.Faozal (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Menindaklanjuti direktif Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc terkait pembukaan penerbangan langsung Lombok – Darwin, Australia. Dinas Pariwisata (Dispar) NTB membangun komunikasi dengan maskapai penerbangan yang memungkinkan untuk membuka direct flight Lombok – Darwin.

Kepala Dispar NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si mengatakan, direktif gubernur tersebut baru beberapa hari ini diterima. Sehingga Dispar NTB masih belum bisa secara detail menyampaikan langkah yang akan dilakukan mewujudkan penerbangan langsung tersebut.

Iklan

‘’Tapi kita coba bangun komunikasi dengan maskapai-maskapai yang memungkinkan membangun direct flight Lombok – Darwin,’’ kata Faozal dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 28 Juni 2019 siang.

Ditanya seberapa besar potensi pasar wisatawan di Darwin jika dibandingkan Perth? Faozal mengatakan belum dilakukan pemetaan. Sementara ini, baru potensi wisatawan di Perth yang sudah dipetakan. Sehingga ada pembukaan penerbangan langsung Lombok – Perth.

‘’Kita belum menjajaki secara utuh potensi Darwin. Kata Pak Gubernur potensinya bagus. Tinggal kita coba pelajari bagaimana kemungkinannya,’’ ujarnya.

Dikatakan, Dispar NTB baru melihat potensi maskapai mana yang bisa diajak untuk menjajaki pembukaan penerbangan langsung Lombok – Darwin. Faozal menyatakan upaya mengajak airline membuka penerbangan langsung, bukan suatu hal yang gampang.

Ia mencontohkan seperti pembukaan penerbangan langsung Lombok – Perth membutuhkan waktu yang cukup panjang. Saat ini, penerbangan langsung Lombok – Perth dilayani AirAsia. AirAsia resmi melayani rute tersebut selesai lebaran beberapa waktu lalu.

Selain membuka penerbangan langsung rute internasional. AirAsia juga akan mulai melayani penerbangan langsung dari Lombok menuju Bali, Yogyakarta dan Jakarta.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan untuk mendekatkan Darwin dengan NTB, ia telah meminta Kepala Dispar NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M.Si untuk mengupayakan rute penerbangan Darwin-Lombok segera dibuka. Gubernur berharap, hal ini sudah bisa terealisasi dalam waktu dekat.

Berhubung dekat secara geografis, waktu tempuh penerbangan langsung Darwin-Lombok tidak akan lama, sekitar 1,5 jam. Menariknya lagi, jarak Darwin ke Lombok bahkan lebih dekat ketimbang Darwin ke Melbourne, atau Darwin ke berbagai kota lain di Australia.

Gubernur meyakini, kedekatan ini bisa membuat warga Darwin memilih berlibur ke NTB ketimbang ke daerah-daerah lain di Australia. Secara keseluruhan,  keadaan alam di kawasan Australia Utara mirip dengan Moyo Hilir di Sumbawa. Atau, seperti Sape di Bima atau di Dompu. Kemiripan ini akan memudahkan banyak kemajuan di kawasan tersebut, untuk diadaptasi di daerah-daerah di NTB. Misalnya, kemajuan sektor peternakan di Australia Utara.

Terbukanya akses penerbangan langsung Darwin-Lombok memungkinkan transformasi keterampilan beternak, serta manajemen sektor peternakan dari Darwin ke daerah-daerah di Lombok dan Sumbawa.

Gubernur  membayangkan berbagai kemungkinan yang bisa diwujudkan dengan semakin eratnya koneksi dua daerah ini. Kelak, bukan tidak mungkin peternak-peternak dari NTB akan lebih mudah membeli hewan ternak di Kawasan Utara Australia. Bahkan, bisa jadi para peternak dari NTB justru bisa membuka usaha peternakan di Australia Utara. (nas)