Jaga Kebersihan Rinjani, Pemandu Wisata Harus Ikut Bertanggungjawab

Wisatawan membersihkan sampah saat mendaki Rinjani

Selong (Suara NTB) -Sampah di Gunung Rinjani masih menjadi persoalan besar. Tindakan membuang sampah sembarangan masih kerap dilakukan oknum-oknum porter dan pemandu wisata gunung. Pemandu wisata Gunung ini juga harus turut bertanggungjawab dalam penanganan sampah.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB, Muhammad Hijazi Noor. Menjawab Suara NTB via ponselnya, pelaku wisata asal Desa Sapit Kecamatan Suela Kabupaten Lotim ini menyebut saat ini mulai banyak bermunculan porter dan pemandu wisata pendakian.

Ditemukan banyak pelaku wisata yang melakukan layanan open trip. Perjalanan wisata oleh orang yang mem-booking destinasi sendiri, tetapi tiket dan akomodasinya sudah tersedia. Seperti layanan open trip yang mulai ramai di Gunung Rinjani. Para wisatawan oleh pelaku wisata disediakan kemah di Gunung Rinjani.

Pelaku yang melakukan layanan open trip ini sebagian besar merupakan kalangan baru. Tidak sedikit dari para pelaku tidak mengindahkan aspek kebersihan. Akibatnya usai kemah banyak sampah berserakan. Usai kemah tidak langsung dibersihkan. “Ada yang membuat tenda akan tetapi makanan tidak dibawa serta masuk ke dalam tenda, akibatnya bungkus makanan dibawa oleh binatang liar hingga menjadi sampah di tebing-tebing Rinjani,” ungkapnya.

Hijazi menuturkan, APGI NTB sendiri sudah melakukan kegiatan bersih-bersih gunung selama tiga hari sejak tanggal 26-28 Desember 2020 lalu. Bagi porter gunung atau pemandu wisata lainnya di luar APGI sulit dikoordinasikan. Harapannya, para pelaku wisata ini turut menyadari pentingnya menjaga Geopark Rinjani agar tetap bersih.

Wakil Ketua APGI NTB ini meminta Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) lebih ketat lagi terhadap para pelaku wisata yang melakukan open trip. APGI menginginkan untuk bisa mengadvokasi seluruh pihak terkait agar turut bertanggungjawab dalam menjaga kebersihan rinjani.

Menurutnya, perlu kolaborasi semua pihak untuk menjaga rinjani. Pelaku wisata ini mengaku senang banyak pelaku wisata baru yang bermunculan. “Dengan rinjani bersih kan banyak wisatawan akan datang,” demikian sebutnya. (rus)