Jadwal Tes SKD Ditunda, Peserta Diwajibkan Tunjukkan Hasil Rapid Antigen atau Kartu Vaksin

Kepala BKD dan PSDM Lobar, Syahrudin (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi diundur hingga tanggal 2 September 2021. Pengumuman resmi waktu pelaksanaan SKD pun segera dikeluarkan oleh pihak Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) Lombok Barat (Lobar). Hal ini untukmenindaklanjuti hasil rapat koordinasi (rakor) seluruh kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupate/Kota di NTB di Kantor UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mataram, Rabu, 25 Agustus 2021.

“Itu (penundaan pelaksanaan tes SKD) sudah final keputusan itu. Dari hasil rapat itu, kami akan mengelar pelaksanaan SKD selama dua pekan dari 2 sampai 14 September mendatang,”terang Kepala BKDPSDM Lobar, Syahrudin.

Iklan

 Penundaan pelaksanaan tes SKD ini, mengacu surat edaran BKN pusat Nomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 perihal Penyampaian Jadwal SKD CPNS, Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru Tahun 2021, dan Rekomendasi Ketua Satgas Covid-19.

Selain itu, kata Syahrudin sesuai edaran itu, pelaksanaan SKD pun tetap berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten. Para peserta pun diwajibkan menunjukkan hasil rapid antigen 1×24 jam, atau PCR 2×24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif covid-19. Namun bagi para peserta yang sudah melakukan vaksin boleh menunjukkan sertifikat vaksinnya.”Itu nantinya yang harus ditunjukkan kepada panitia,” sambungnya.

Pelaksanaan SKD Lobar akan dilaksanakan di Kantor UPT BKN Mataram. Jumlah peserta pun akan dibagi persesi perharinya dengan kapasitas 30 persen dari kapasitas ruangan.

Menurut Syahrudin hal ini yang membuat pelaksanaan SKD diperpanjang hingga hampir dua pekan. Yakni tanggal 2-14 September. “Nanti kita atur kapasitas ruangan dengan jumlah peserta (CPNS) yang kita punya. Begitu teknisnya,” jelasnya.

Mengenai pelaksanaan SKD bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Syahrudin mengatakan hal itu menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek.

Bahkan saat rapat koordinasi di UPT BKN Mataram, hanya teknis SKD CPNS. Tidak membahas soal PPPK.

“Yang jelas kita sudah siap melaksanakan SKD CPNS, tinggal sekarang kita diminta mempertajam koordinasi TimSatgasCovid-19 19 terkait sarana prasarana di tempat lokasi tes yang kita lakukan,” bebernya.

Pengumuman itupun akan segera dikeluarkan pihaknya melalui laman portal BKDPSDM Lobar. Agar para peserta yang lulus tahapan administrasi bisa mempersiapkan diri. Termasuk menerangkan kewajiban menunjukkan hasil tes Covid-19. “Karena jangan sampai kita disalahkan, Harus terbuka setransparan mungkin,” pungkasnya.

Begitu juga Pemkab Lombok Timur (Lotim) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim terus mematangkan persiapan tes SKD CPNS yang direncanakan pada tanggal 8 September 2021. Tes SKD ini nantinya menggunakan CAT seperti tahun-tahun sebelumnya.

 “Apabila tidak ada perubahan, pelaksanaan tes SKD pada tanggal 8 September ini akan dilaksanakan di gedung CAT kompleks BKPSDM,” terang Kepala BKPSDM Lotim, Drs. Salmun Rahman, dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 25 Agustus 2021.

Pelaksanaan tes SKD ini tentunya akan menerapkan protokol kesehatan dengan membagi jumlah pelamar. Pasalnya jumlah komputer di gedung di CAT tersedia 100 unit dan akan disesuaikan kembali mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Hal senada disampaikan, Sekretaris BKPSDM Lotim, Yulian Ugi Lusianto, untuk pelaksanaan SKD ini diawali untuk pelamar CPNS yang kemudian dilanjutkan untuk SKD PPPK non guru. Akan tetapi untuk jadwal resminya belum pasti diberikan oleh BKN. “Insya Allah tes SKD awal bulan September. Jadwal resminya kita masih menunggu,”terangnya.  (her/yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional