Jadwal Kapal Cepat Bertambah, Kunjungan Wisatawan Tiga Gili Diproyeksi Meningkat

H. Lalu Moh. Faozal (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Intensitas fast boat atau kapal cepat dari Bali menuju Tiga Gili (Trawangan, Air, Meno) mulai bertambah. Hal tersebut diproyeksikan dapat mendukung peningkatan jumlah wisatawan menuju destinasi wisata andalan NTB tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos.M.Si menerangkan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya ada 3 – 4 jadwal kapal cepat rute Bali – Tiga Gili. ‘’Hari ini (kemarin) saya cek kembali, minggu ini ada 8 (jadwal) fast boat,’’ ujarnya saat dikonfirmasi, Senin, 3 Agustus 2020.

Iklan

Diterangkan, bertambahnya jadwal keberangkatan kapal cepat tersebut pasti akan berdampak pada pariwisata Tiga Gili. Mengingat wisatawan yang ada di Bali memang sering memperpanjang waktu liburan dengan mengunjungi Tiga Gili.

‘’Pasti akan berdampak, karena paket eksten (perpanjangan liburan) itu Bali – Tiga Gili. Ini tamunya menginap, kemarin 4 fast boat itu menginap.’’ Kendati demikian, jumlahnya memang diakui belum dapat menyamai situasi normal sebelum pandemi virus corona (Covid-19).

Menurutnya, rute kapal cepat tersebut saat ini dilayani oleh Eka Jaya dan Blue Water Express. Namun, Eka Jaya memberlakukan aturan untuk memberikan penyeberangan gratis bagi pemegang kartu izin tinggal terbatas (Kitas) untuk wilayah Tiga Gili.

‘’Jadi yang baliknya (ke Bali) baru dia bayar, sedangkan untuk yang KTP Gili dia free (gratis) untuk yang Eka Jaya,’’ jelas Faozal. Menurutnya, jumlah penumpang masuk ke kawasan Tiga Gili dari Bali saat ini lebih besar dibanding jumlah penumpang keluar.

Di sisi lain, peningkatan signifikan diharapkan terjadi setelah Bali membuka kembali penerbangan internasional. Namun hal tersebut saat ini menemukan kendala dengan aturan terbaru dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait pembatasan izin tinggal warga negara asing (WNA)

Diterangkan, pada peraturan tersebut diatur agar WNA dengan status bebas visa harus keluar wilayah Indonesia paling lambat hingga 13 Agustus mendatang. ‘’Peraturan Imigrasi ini semua berdampak dan mereka memang punya standar sendiri. Ini bukan level kita, kita tidak bisa intervensi karena itu kebijakan negara untuk pembatasan orang asing,’’ jelasnya.

Terpisah, Ketua Gili Hotel Association (GHA) menerangkan rute kapal cepat yang bertambah saat ini belum dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan. Pasalnya, perusahaan penyedia kapal cepat juga membatasi jumlah penumpang sebagai bagian dari protokol Covid-19.

‘’Kalau di fast boat Eka Jaya berukuran besar itu bisa sampai 200 orang penumpang. Cuma sekarang kapasitasnya dikurangi hanya 87 orang. Bahkan yang Blue Water Express juga turun jumlahnya dari yang kemarin,’’ ujar Kusnawan dikonfirmasi, Senin, 3 Agustus 2020.

Diterangkan, jumlah fast boat yang bertambah tidak akan berarti banyak jika penerbangan internasional di Bali masih ditutup. Pasalnya, jumlah wistawan mancanegara (wisman) yang tersisa di Bali juga sangat terbatas jumlahnya.

‘’Kita tidak tahu (akan terus meningkat atau tidak), karena penerbangan internasional belum dibuka. Kita tetap optimis, kalau bisa dengan (wisatawan) domestik dengan kondisi yang sekarang,’’ jelasnya. Menurutnya, meski memasuki musim libur panjang untuk wisatawan Eropa saat ini jumlah kunjungan belum mengalami peningkatan yang berarti.

‘’Belum sampai 10 persen (sejak Tiga Gili kembali dibuka). Kalau rata-rata kita harus sampai 3 – 4 ribu tamu, apalagi ini high season. Sekarang paling 100 – 200 orang,’’ ujar Kusnawan. Hal tersebut diakui menjadi salah satu kendala bangkitnya geliat pariwisata di kawasan tersebut, mengingat Tiga Gili masih bergantung pada kunjungan wisman.

‘’Kita tidak bisa mengkhayal karena tamu yang ada di Bali tidak banyak yang masih tertinggal. Belum ada harapan, kecuali internasional flight dibuka, kita bisa optimis bahwa (tingkat kunjungan) itu akan naik,” tandas Kusnawan. (bay)