Jadup Korban Banjir Sumbawa Segera Direalisasikan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dalam percepatan penanganan pascabencana banjir di Kabupaten Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, telah melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial RI, Dr. Ir. R. Harry Hikmat, M.Si di Jakarta. Untuk menyampaikan laporan dan permohonan permohonan jaminan hidup (Jadup) bagi warga yang terdampak banjir dan rencana pengembangan aplikasi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT). Sejauh ini, nilai taksiran kerugian akibat banjir di Sumbawa di atas Rp 147 miliar

Sekretaris Dinas Kominfo dan Statistik Sumbawa, Rachman Ansori M.Se, Senin, 27 Februari 2017 mengungkapkan, pada pertemuan tersebut Dirjen Linjamsos mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan Pemkab Sumbawa. Diharapkan setelah masa tanggap darurat berakhir, agar dipercepat penanganan bagi warga yang rumahnya terkena banjir. Terutama yang rusak berat ataupun hanyut. “Apakah dibangun rumah yang baru atau direlokasi, agar segera dilakukan,” harapnya.

Iklan

Harry Hikmat juga berjanji akan segera melaporkan kepada Menteri Sosial terkait hal-hal yang menjadi  tanggung jawab Kementerian Sosial. Seperti jadup agar segera direalisasikan. Termasuk koordinasi dengan pihak terkait seperti Kementerian Pertanian untuk kerusakan tanaman padi, Kementerian PUPR untuk infrastruktur jalan, dll. “Komitmen kami agar tugas-tugas pasca bencana harus segera dituntaskan”, janjinya seperti dikutif Ansori.

Sementara Wabup yang ditemui di ruangannya, telah menyampaikan langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah seperti evakuasi warga, penyaluran logistik, pembersihan lingkungan, pendataan warga terdampak banjir dan penetapan masa tanggap darurat hingga 27 Februari 2017 kepada Kemensos. Pasca tanggap darurat, ada masa transisi, untuk menghitung berapa dana yang akan dibutuhkan nanti untuk menanggulangi kerusakan akibat banjir. Dalam proses pendataan dan pelaporan ini, Pemkab dibantu BPKP. Perioritas lain saat ini membersihkan sumur dengn kekuatan masal. untuk memenuhi permintaan masyarakat untuk air bersih. Mengingat di sejumlah wilayah seperti Empang masih terputus jaringan PDAM. “Makanya kita prioritaskan sumur dulu, sambil PDAM juga diperbaiki,”terang H. Mo.

Dari hasil pendataan sejauh ini, jumlah kerugian akibat banjir ditaksir Rp. 147.895.000.000, belum termasuk perhitungan kerusakan di bidang pendidikan, keagamaan, lingkungan, perkantoran. (arn/ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here