Jadi Sentra Produksi Nasional, Harga Cabai di Lotim Tembus Rp75 Ribu

 Hj. Masnan (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Lombok Timur (Lotim) dikenal sebagai daerah sentra produksi nasional cabai. Akan tetapi, harganya juga mahal. Sekarang ini, di pasal-pasar tradisional di Lotim harga cabai per kilogram sudah menembus Rp75 ribu.

Kepala Dinas Perdagangan Lotim, Hj. Masnan kepada Suara NTB, Selasa, 26 Januari 2021 mengaku geregetan melihat lonjakan harga cabai. Pantauannya di pasar satu dengan yang lainnya berbeda-beda.  “Kami sedang menelusuri di mana sebenarnya permasalahannya. Melihat sebenarnya masalah cabai,” ungkapnya.

Iklan

Dari hasil pantauannya juga harga cabai di pasar-pasar yang ada di luar daerah, seperti di Pasar Bertais Kota Mataram dan Kopang Lombok Tengah juga memperlihatkan harga yang variatif, meski terjadi kenaikan. Pihaknya juga langsung melakukan penelusuran hingga tingkat petani. “Hari ini juga staf kami sedang turun memantau langsung khusus masalah  harga cabai ini,” sebutnya.

Pihaknya menduga, ada oknum pedagang nakal yang mencoba memainkan harga cabai dengan memanfaatkan momentum, yakni alasan cuaca tidak bersahabat di Pulau Jawa. Akibat cuaca tidak bersahabat ini terjadi banjir dan intensitas hujan tinggi, sehingga membuat produksi tergganggu.  “Tatkala penawaran berkurang ada oknum yang menyetok-nyetok,” sebutnya.

Diakuinya, Disdag Lotim pernah menemukan ada oknum yang melakukan penimbunan saat terjadi lonjakan harga beberapa tahun lalu. Harapannnya, fenomena kenaikan harga saat ini tidak terjadi demikian. Jika ditemukan ada yang melakukan praktik penimbunan, maka pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada pelaku.

Diketahui,  fluktuasi harga cabai ini kerap menjadi pemicu utama terjadinya inflasi. Tahun-tahun sebelumnya harga cabai pernah menembus harganya Rp 125 ribu per kilogram. (rus)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional