Jadi Salah Satu Tolak Ukur PT, Unram Gelar Bimtek Tracer Study

Rektor Unram, Lalu Husni (kanan atas) saat membuka Bimtek Tracer Study untuk ketua program studi dan operator tracer study di lingkungan Unram secara daring melalui Zoom Meeting, pada Selasa, 27 Juli 2021.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)Universitas Mataram (Unram) kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tracer Study untuk ketua program studi dan operator tracer study di lingkungan Unram secara daring melalui Zoom Meeting, pada Selasa, 27 Juli 2021.

Acara yang diselenggarakan oleh UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK) Unram ini merupakan upaya Unram untuk melacakan jejak lulusan/alumni setelah lulus dari perguruan tinggi. Upaya tersebut bertujuan untuk mengetahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi (dikti) ke dunia kerja, situasi kerja terakhir, keselarasan dan aplikasi kompetensi di dunia kerja.

Iklan

Tracer Study nantinya dapat memberikan berbagai informasi yang berguna untuk membantu mengevaluasi hasil pendidikan tinggi, yang selanjutnya dapat digunakan untuk meningkatkan dan menjamin mutu perguruan tinggi.
Dalam program Mardeka Belajar Kampus Mardeka (MBKM), Tracer Study menjadi salah satu alat ukur kinerja dan luaran perguruan tinggi. Hal ini penting karena untuk melihat kemampuan perguruan tinggi dalam membentuk mahasiswa yang siap bekerja.

Tracer Study juga bisa berfungsi sebagai masukan untuk menjamin mutu pembelajaran, seperti evaluasi relevansi kurikulum. Karena itu, tracer study wajib dilakukan setiap tahun karena selain sebagai syarat akreditasi juga sebagai cara mengukur indikator mutu perguruan tinggi dan program studi.

Oleh karena itu, Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni., SH., M.Hum menjelaskan pentingnya kegiatan Bimtek Tracer Study.
“Karena itu kegiatan Bimtek Tracer Study ini sangat penting dilakukan agar kita mengetahui tata cara melakukan tracer study dan apa saja yang perlu dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah diarahkan oleh Kementrian karena Tracer Study ini dipantau oleh pusat sebagai salah satu data utama yang terintegrasi dengan pangkalan data Kemendikbud dan juga disambungkan dengan Pangkalan Data Dikti,” kata Prof. Husni saat membuka acara Bimtek.

“Tracer Study merupakan bagian dari Kinerja Kemahasiswaan. Dalam kriteria klasterisasi perguruan tinggi, kinerja kemahaisiswaan merupakan salah satu item dari empat item yang menjadi poin indikator Output Klasterisasi perguruan tingggi. Kinerja kemahasiswaan memiliki bobot 20 persen,” lanjutnya.

Prof. Husni berharap kegiatan Bimtek Tracer Study ini betul-betul diikuti dengan sebaik-baiknya sehingga di dalam proses melakukan Tracer Study tidak ada lagi masalah teknis yang timbul sehingga proses tracer berjalan dengan lancar. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional