Jadi Penyangga KEK Mandalika, Ripparda Segera Dibahas untuk Kawasan Selatan Lotim

Inilah kawasan Pantai Suryawangi yang ada di Labuhan Haji. Pemda Lotim melalui Dispar harus melakukan pembenahan pada objek wisata agar saat event MotoGP berlangsung di KEK Mandalika, objek wisata ini bisa menjadi alternatif wisatawan. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu daerah sebagai penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Untuk itu, pada tahun 2020 ini segera dilakukan pembahasan Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah (Ripparda), sehingga pendapatan sektor baru di sektor pariwisata untuk menunjang KEK Mandalika dapat terwujud.

Hanya saja, dalam pembahasan Ripparda ini, ada kendala yang harus ditunggu berupa RTRW Lotim tentang zonasi. Itu artinya, ketika bersangkutan dengan zonasi tidak berbenturan dengan RTRW. ‘’Misalnya kawasan Labuhan Haji, ketika memiliki RTRW yang jelas. Maka pengelolaannya ke depan tidak dipersoalkan seperti keributan yang terjadi sekarang ini. Ripparda ini salah satu inisiatif dewan. Ripparda tetap mengatur RTRW,” terang Anggota Komisi III DPRD Lotim, Saifullah,SH, Senin, 12 Oktober 2020.

Iklan

Menurutnya, hadirnya KEK Mandalika dengan event MotoGP akan mendatangkan wisatawan mancanegara. Untuk itu, sudah semestinya Pemda Lotim melalui Dinas Pariwisata melakukan pembenahan terhadap destinasi-destinasi wisata khususnya yang ada di wilayah selatan. Pasalnya, Lotim merupakan salah satu daerah terdekat dengan kawasan KEK Mandalika yang terdapat di Kabupaten Loteng.

“Sebagai salah satu daerah penyangga KEK Mandalika. Pemkab Lotim harus serius melakukan pembenahan terhadap di wilayah selatan,”terangnya. (yon)