Jadi Objek Swafoto, Mahasiswa KKN Unram Sulap Lumbung Pangan Sembalun

Inilah objek yang dijadikan sebagai magnet menarik kunjungan wisatawan. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Seperti tidak ada tempat yang tidak menarik untuk dikunjungi di Sembalun. Kawasan geopark Rinjani ini selalu memiliki daya tarik. Salah satunya Lumbung Pangan Sembalun Desa Sembalun Bumbung yang coba disulap oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Mataram (Unram) menjadi spot foto dan swafoto yang menarik kunjungan wiastawan.

Kepada Suara NTB, ketua Kelompok KKN Tematik Unram, Zulfikar mengatakan pembangunan titik swafoto ini berlangsung selama empat hari. “Kita bangun sejak awal kita datang,” ujar Zulfikar.

Iklan

Dia menjelaskan, selain tempat menyimpan pangan, Lumbung Pangan juga memiliki daya tarik. Apalagi letaknya cukup mendukung sebagai tempat mengabadikan gambar. Sembalun dikenal sebagai tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun  mancanegara. Meski selama  masa pandemi Covid, Sembalun terbilang tidak pernah sepi.

Pemandangan di sekitar Lumbung Pangan ini memperlihatkan hamparan sawah dan perbukitan. Mahasiswa KKN ini mencoba membantu warga sekitar untuk mewujudkan ide-ide kreatif untuk menarik minat para wisatawan. Lumbung pangan yang bentuknya khas ini bisa menjadi tempat istirahat seraya menikmati keindahan dan kesejukan alam Sembalun

Zulfikar menambahkan, pembangunan objek foto menjadi salah satu langkah untuk mendukung sektor pariwisata. “Kita juga dibantu Karang Taruna di dusun setempat,” ungkapnya.

Kegiatan Mahasiswa Unram ini pun mendapat atensi dari Pemerintah Desa Sembalun Bumbung.

Harapannya, dengan adanya spot-spot foto ini menambah alternatif tempat berwisata. Di samping itu akan dapat meningkatkan pendapatan untuk masyarakat sekitar. “Kita harapan ini bermanfaat bagi pembangunan wisata di Sembalun,” ucapnya.

Mahasiswa Unram ini juga membangun screen house di sekitar lumbung pangan. Hal ini juga menambah ketertarikan pengunjung. Penanaman hidroponik juga mampu bagian dari agrowisata.

Pembangunan screen house  bersifat berkelanjutan karena masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai tempat pembibitan maupun budidaya tanaman secara hidroponik. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional