Revitalisasi Bumi dan World Cleanup Day jadi awal Penataan Cemare

Sosialisasi Revitalisasi Bumi di Pantai Cemare, Senin, 14 September 2020.

Giri Menang (Suara NTB) – Program Revitalisai Bumi merupakan bentuk kepedulian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI dalam memberikan kenyamanan berwisata di masa pandemi Covid-19. Program ini ditujukan untuk mempersiapkan objek-objek wisata dan menyediakan fasilitas pendukungnya agar tetap aman, sehat, dan bersih.

Program ini juga dimanfaatkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Barat (Lobar), H. Saepul Akhkam sebagai langkah awal penataan Pantai Cemare oleh pihaknya. “Pantai yang berlokasi di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar ini juga kami pilih sebagai tempat memperingati World Cleanup, dengan melibatkan semua OPD di lobar dan para penggiat lingkungan hidup,” jelas Ahkam saat kegiatan Sosialisasi Revitalisasi Bumi di Pantai Cemare, Senin, 14 September 2020.

Iklan
Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal bersama Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H. Saepul Akhkam berada di Pantai Cemare saat Sosialisasi Revitalisasi Bumi, Senin, 14 September 2020. Lokasi ini salah satu yang mendapatkan program revitalisasi bumi.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal bersama Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H. Saepul Akhkam berada di Pantai Cemare saat Sosialisasi Revitalisasi Bumi, Senin, 14 September 2020. Lokasi ini salah satu yang mendapatkan program revitalisasi bumi.

Ia mengatakan, Desa Lembar Selatan termasuk dalam desa wisata yang saat ini rencana utamanya atau master plan-nya masih dalam tahap penggodokan. Kemudian dengan master plan ini akan dijadikan sebagai acuan dalam penataan desa yang berkelanjutan. Di tahun ini, diakui Akhkam, sebenarnya akan dilakukan revitalisasi dengan nilai di atas Rp3 miliar bersumber dari DAK yang dialokasikan oleh Kemenparekraf RI. Namun dengan adanya kebijakan pemerintah pusat untuk refocusing dan realoksi anggaran, maka revitalisasi tersebut tertunda.

“Muncul belakangan menjadi dana cadangan yang setelah kami pelajari, langsung kami lakukan perbaikan, analisis, mungkin kami tidak sanggup untuk melakukannya tahun ini, tapi kami akan menjadikan prioritas untuk tahun depan,” ungkap Akhkam.

“Kami akan melakukan penataan, kami akan meningkatkan kapasitas mindset kita tentang pariwisata. Dengan luasan kawasan ini, dengan tingkat kesibukan warga Cemare belum sepenuhnya dapat kami lakukan, tapi minimal jangka pendek penetapan protokol kesehatan,” lanjutnya menambahkan.

Peserta Sosialisasi Revitalisasi Bumi di Pantai Cemare, Senin, 14 September 2020.
Peserta Sosialisasi Revitalisasi Bumi di Pantai Cemare, Senin, 14 September 2020.

Akhkam menganalogikan kawasan Cemare sebagai permata yang harus dijaga oleh semua pihak, sebab kawasan cemare merupakan kawasan yang dikelilingi oleh hutan mangrove yang sangat luas, yakni sekitar 75 hektare.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal mengatakan kegiatan yang berlangsung di Pantai Cemare ini merupakan lokasi terakhir setelah dilakukan di Gili Nanggu Kecamatan Sekotong. “Kita sekarang bersama-sama di Cemare ujung dari revitalisasi bumi yang enam titik pertama di Pandangan. Kedua di Tanjung Luar, kemudian di Selong Belanak, lalu Gili Lampu dan kemudian kita di Pantai Cemare. Kemudian hari ini kita akan memulai sosialisasi tentang kebersihan,” sebutnya mewakili Kemenparekraf RI.

Faozal juga mengungkapkan keseriusanya dalam penataan kawasan Cemare. Usai Revitalisasi Bumi ini, kata Faozal, pihaknya akan melakukan komunikasi kepada semua pemilik lahan dan perwakilan dari masyarakat untuk membahas konsep pengembangan kawasan Cemare, sehingga pada tahun 2021 pihaknya bisa mengintervensi.

“Nanti di 2021 kita coba rancang apa yang akan kita lakukan di sini. Mungkin kita coba bertemu dengan semua pihak terkait yang ada di Cemare ini yang investasi, kita coba ajak berunding apa yang harus kita lakukan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang di Cemare ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lembar Selatan, H. Beny mengapresiasi kegiatan Revitalisasi Bumi karena telah memilih Pantai Cemare sebagai sasaranya. Baginya, kegiatan ini menjadi stimulan bagi masyarakatnya agar lebih peduli tentang lingkungan yang bersih. Ia berharap dengan Revitalisasi Bumi ini bisa menyadarkan masyarakat bahwa persolan sampah adalah tanggung jawab bersama yang sangat berpengaruh terhadap kawasan Pantai Cemare.

“Revitalisasi Bumi ini sebagai titik balik bagi warga kami untuk seterusnya menjaga kebersihan di kawasan Pantai Cemare. Output dari kegiatan ini tentunya masyarakat ini harus tetap menjaga kebersihan, dan saling mengingatkan terutama kepada pengunjung,” harapnya. (her/*)