Jadi Laboratorium Praktik, Unram Dirikan Unit Bisnis Peternakan Ayam di Loteng

Ni’amuddin (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Berbagai upaya terus dilakukan Universitas Mataram (Unram) dalam memaksimalkan pengelolaan aset yang dimiliki. Di Tojong-Ojong, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Unram mendirikan unit bisnis peternakan ayam.

“Ini jadi laboratorium praktik mahasiswa dan masyarakat yang mau belajar peternakan ayam,” kata Koordinator Administrasi BPU Unram, Ni’amuddin, Jumat, 16 Oktober 2020.

Iklan

Siapapun yang ingin belajar lebih banyak tentang dunia peternakan ayam, pihaknya mempersilakan agar datang langsung ke lokasi unit bisnis peternakan ayam di Tojong-Ojong, Desa Selebung, Lombok Tengah. “Silakan datang saja kalau mau belajar,” ungkapnya.

Bahkan dalam waktu beberapa hari mendatang kata dia, Unram akan panen perdana unit usaha peternakan ayam broiler. Saat ini sudah terdapat 8 ribu ekor ayam broiler siap panen.  “Kapasitas kandang kita 8 ribu ekor ayam,” jelasnya.

Dikatakannya, usaha peternakan ayam berfungsi sebagai laboratorium dan kerja praktik peternakan. Masyarakat di situ bisa belajar bagaimana cara memelihara ayam.

Di tempat ini masyarakat dan mahasiswa bisa belajar serius bagaimana mengelola ayam dengan jumlah begitu banyak. Ada aspek yang penting diketahui masyarakat saat mau memelihara ayam. Terutama sekali ialah memastikan adanya sentuhan teknologi.

“Peternakan ayam dalam kapasitas besar ini harus ada ilmunya mulai dari pakan air minum kebersihan kandang,” jelasnya.

Sehingga pertumbuhan ayam itu bisa diukur. Berbeda dengan kita yang di kampung, asalkan yang penting hidup. Kalau disini ada intervensi teknologi dan ilmu pengetahuan bermain.

Menggunakan pola kemitraan, dia berharap agar kedepannya unit unit usaha Unram lainnya bisa berkembang dan memberikan nilai tambah bagi kampus.  “Potensi bisnisnya menggunakan pola kemitraan dengan perusahaan. Jadi perusahaan menyiapkan bibit ayam dan pakannya sekaligus menetapkan harga. Kalau harga pasar naik kita dapat bonus. Sebenarnya fair dengan pola seperti itu,” paparnya. (dys)