Jadi Ketua DPRD NTB, Isvie Diharapkan Kembalikan Marwah Lembaga

Mataram (suarantb.com) Jabatan Ketua DPRD NTB resmi berganti hari ini. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD NTB, Hj. Isvie Rupaeda, SH, MH menggantikan posisi H. Umar Said, S.Ag. Isvie diharapkan dapat mengembalikan marwah dewan.

Harapan tersebut disampaikan anggota Komisi II DPRD NTB, Ir. Made Slamet, MM. Menurutnya, salah satu tugas Ketua Dewan yang baru adalah memperbaiki koordinasi tak hanya dengan internal Dewan, tetapi juga dengan eksekutif. Ia menilai komunikasi pimpinan Dewan dengan eksekutif sering tidak sejalan selama ini.

“Harapan yang paling utama adalah adanya perbaikan tingkat koordinasi dengan eksekutif,” ujarnya dikonfirmasi suarantb.com, Kamis, 14 Juli 2016.

Selain itu, seringnya DPRD NTB melalui Banmus mengubah jadwal, membuat marwah anggota dewan dirasa berkurang. Dan dia sangat mengharapkan pemimpin yang baru bisa mengembalikan marwah dewan. “Kembalikan lagi marwah DPRD sebagaimana mestinya,” harapnya.

Isvie dianggap memiliki visi dan misi yang bisa mengakomodir segenap kepentingan yang ada di internal DPRD  NTB. Ada banyak pekerjaan yang menunggu diselesaikan Isvie. Salah satunya menyatukan kembali kubu-kubu yang sebelumnya mencuat ke permukaan. Memulihkan citra DPRD NTB juga hal lain yang menanti sentuhan lihai sang pimpinan perempuan DPRD NTB pertama ini.

Ketegasan dan tangguh, tanggap berwibawa juga diharapkan betul melekat pada sosok politisi Golkar ini dalam memimpin DPRD NTB.

Anggota DPRD NTB,  H. Lalu Darma Setiawan menyampaikan harapan dan optimismenya terkait dilantiknya Ketua DPRD yang baru. Ia juga berharap segenap dewan yang ada di Udayana bisa bersatu membangun citra baik dan solid dalam bingkai korps DPRD NTB periode ini. “Jangan sampai ada kubu-kubu dan lain sebagainya,” harapnya.

Politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan Ketua Dewan nantinya harus bisa menjadi mediator untuk segenap golongan di tubuh dewan guna bersatu membangun NTB lebih baik.

“Kita harapkan dengan adanya kepemimpinan baru, friksi-friksi DPR tidak ada lagi. Kita harap DPR ini bulat bersatu. Dan juga harus lebih tegas. Kami merasa pimpinan yang sekarang ini kurang tegas. Dan kami dari Komisi l siap mendukung (Ketua Dewan yang baru),” ujarnya. (ast)