Jadi Geopark Dunia, Pembangunan Hotel Dilarang di Kawasan Rinjani

Mataram (suarantb.com) – Gunung Rinjani segera akan mendapat gelar sebagai Geopark Dunia dari UNESCO. Untuk itu, pembangunan di sekitar kawasan Rinjani pun mendapat perhatian khusus. Wisata ramah lingkungan atau berbasis ekowisata akan diterapkan. Termasuk larangan berdirinya hotel di kawasan Rinjani.

Demikian dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Daerah (Bappeda) NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.Sc, M.TP.

Iklan

“Kita tetap berpegang pada ecotourism, pembangunan yang berdasarkan pada lingkungan. Pembangunan sesuai dengan tata ruang, kalau hotel besar mungkin tidak sesuai. Kita akan bangun homestay yang sesuai sama budaya di sana,” ujarnya ketika ditemui Kamis, 14 Desember 2017.

Pembangunan homestay tersebut dikatakan Ridwan akan disesuaikan dengan kekhasan NTB. Selain itu, menurutnya turis yang berkunjung ke Rinjani juga datang dengan niat untuk mendaki. Bukan untuk merasakan kenyamanan hotel seperti di pusat kota.

Meski demikian, pembangunan homestay tersebut tidak bisa dilakukan masyarakat seenaknya. Harus mengacu pada Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB. Sebab Rinjani sudah menjadi kawasan strategis provinsi, yang juga wilayahnya masuk dalam Kabupaten Lombok Timur.

Dengan akan diperolehnya gelar Geopark Dunia tersebut, berbagai kemudahan bisa diperoleh Pemerintah Provinsi NTB dalam mengelola Rinjani. Yakni memudahkan dalam mengarahkan APBN atau APBD untuk membenahi Rinjani sesuai dengan tiga fungsinya, yaitu konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain juga promosi gratis yang akan diperoleh melalui situs resmi UNESCO, yang tentu akan mendatangkan lebih banyak wisatawan ke gunung api tertinggi di NTB tersebut. “Sebagai Geopark Dunia akan terpromosi secara gratis melalui UNESCO itu, yang harus dilengkapi juga infrastrukturnya, termasuk toilet, papan informasi, dan kebersihan terutama,” katanya.

  Bangkitnya Wisata di Rinjani, Setahun Pascagempa

Masalah sampah yang kerap membelit Rinjani diyakininya juga tengah dalam penanganan. Dinas pariwisata diakuinya tengah menyusun masterplan penanganan sampah secara komprehensif.

“Secara jangka panjang pembenahan sampah di Rinjani itu akan dilaksanakan secara komprehensif. Dengan melakukan langkah-langkah, misalnya menetapkan kuota berapa sampah yang boleh dibawa. Mungkin kita juga akan menyiapkan kamera pengawas atau CCTV sepanjang perjalanan itu,” imbuh Ridwan Syah. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here