Izin Tak Bisa Langsung Dicabut, Dispar akan Bina Tempat Hiburan

H. Saepul Ahkam. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Lobar menegaskan terkait ancaman sanksi pencabutan izin tempat hiburan di Senggigi yang digrebek karena disinyalir menjadi lokasi prostitusi, perlu dicermati kasus per kasus. Pihak Dispar menegaskan tidak bisa langsung diputuskan untuk dicabut izinnya.

“Harus dicermati, kalau itu misalnya karena missmanajemen berarti kan itu menyangkut usaha secara keseluruhan. Tapi kalau itu dilakukan oknum perorangan misalnya, itu kan tidak bisa langsung kita cabut karena bisa jadi manajemennya tidak tahu dan tidak terlibat” ujar Kepala Dispar Lobar, H. Saepul Akhkam, saat dikonfirmasi, Selasa, 26 Januari 2021.

Iklan

Jangan sampai, kata dia, satu orang berbuat tapi semua justru kena getahnya, bahkan bisa turut mencoreng semua kawasan wisata di Senggigi. Ia pun menyebut, perlu adanya sinergitas yang lebih dipererat dengan berbagai pihak termasuk Pol PP untuk bersama-sama mengantisipasi dan menertibkan persoalan serupa di kawasan-kawasan yang dinilai rawan. “Kami sudah mengumpulkan semua pelaku usaha bersama Polres Lobar dan dari aspek pembinaan sedang kita lakukan. Itu yang perlu kita dudukkan persoalannya” beber dia.

Jangan sampai persoalan oknum itu justru merugikan pihak yang memiliki usaha dan karyawan-karyawan lainnya yang harus menggantungkan hidupnya dari tempat tersebut. “Saya bukan tidak sepakat dengan pak Bupati, tapi kalau memang manajemennya yang macem-macem, ya silahkan tutup saja” tegasnya.

Namun, ia menyebut bahwa kalaupun ada tempat hiburan yang terlibat prostitusi ditutup, ia yakin itu tidak akan mempengaruhi upaya Senggigi yang sedang terus bangkit di tengah himpitan dampak covid-19 saat ini. “Tinggal bagaimana sekarang supaya para pelaku nanajemennya lebih memperketat aspek pengawasan terhadap para pekerja di sana supaya usahanya tidak disalahgunakan,” tandas Akhkam. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional