Izin Pengiriman Konsentrat PT AMNT Berakhir

Taliwang (Suara NTB) – Pada Rabu, 11 Januari 2017, izin ekspor konsentrat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) berakhir. Hal ini mengundang sejumlah pihak di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menanggapinya, berharap bos baru pengelola tambang proyek Batu Hijau itu bisa memberikan keuntungan lebih banyak bagi masyarakat setempat.

Komisi III DPRD KSB yang salah satunya mengelola persoalan pertambangan menyatakan, berakhirnya izin pengiriman konsentrat tersebut harus mampu memberikan ruang baru bagi daerah agar dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari PT AMNT.

Iklan

“Kan sekarang kalau sudah berakhir maka artinya akan ada pembicaraan untuk perpanjangannya. Nah kita sebagai kabupaten penghasil dalam proses itu bisa diberikan ruang juga bernegosiasi,” kata Dinata Putrawan, Ketua Komisi III DPRD KSB kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan jika kelak mendapatkan perpanjangan izin pengiriman. Di antaranya mengenai keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal, pembangunan pabrik pengolah konsentrat (Smelter) di KSB, pemberdayaan pengusaha lokal, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (CSR), dan terakhir pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

“Hal ini harus menjadi catatan penting untuk dilaksanakan perusahaan,” sebutnya.

Khusus pada poin pembangunan pabrik smelter, Dinata menyebutkan, tuntutan tersebut mutlak harus dilaksanakan oleh PT AMNT. Sebab kehadiran smelter nantinya akan membuka peluang lapangan kerja baru bagi pekerja lokal. Dan terpenting kehadirannya akan menumbuhkan industri-industri ikutan lainnya untuk menambah kegiatan investasi di daerah.

Sebelumnya Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, ST menyatakan, kebijakan mengenai perizinan ekspor konsentrat PT AMNT agar tidak berlarut-larut. Sebab bagaimana pun imbas secara langsung dari kondisi itu akan dirasakan langsung oleh masyarakat kabupaten penghasil.

“Itu kan di pusat prosesnya. Tapi kalau harapan kita itu tidak lama dan segera ada kejelasan karena imbasnya yang paling dulu kena ya kita di sini (KSB, red),” cetusnya.

Ia pun berharap, baik pusat maupun PT AMNT segera duduk bersama mengingat perpanjangan izin pengiriman konsentrat ke luar negeri PT AMNT menjadi jaminan perusahaan tersebut dapat terus mengoperasikan proyek tambang Batu Hijau. “Kita di sini mendorong adanya sebuah keputusan cepat yang tentunya selalu menguntungkan kita,” imbuhnya. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here