Izin Cuti Kampanye, DPRD KLU Buat Beberapa Kekeliruan

Tanjung (Suara NTB) – Lembaga DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) sempat keliru mengeluarkan izin cuti kampanye kepada para anggota DPRD yang mengajukan. Tercatat 2 anggota DPRD dari Partai Demokrat yang mengajukan izin cuti kampanye, diberikan izin cuti, namun atas nama pasangan calon Gubernur/wakil Gubernur nomor urut 1, H. Moh. Suhaili FT, SH – H. Muh Amin, SH., MSi. Surat itu pun langsung disorot Ketua Panwaslu KLU.

Ketua Panwaslu KLU, Adi Purmanto, SE., mempertanyakan apakah surat yang dikeluarkan lembaga legislatif KLU itu benar ataukah tidak. Pasalnya, ia mengacu pada anggota DPRD asal Fraksi Demokrat yang disebutkan mengikuti pasangan calon yang tidak diusung oleh partainya.

Iklan

“Benar apa tidak surat izin cuti ini? Nunasang, kami tunggu surat yang benar, karena hari ini ada kampanye nomor 3 di Kecamatan Gangga,” kata Adi.

Diketahui, surat izin cuti kampanye 2 anggota dewan Fraksi Demokrat, masing-masing Rinadi, SE., dan Putrawadi itu ditandatangani Wakil Ketua I DPRD KLU, H. Djekat Demung, dan dikeluarkan pada Selasa (24/4). Tidak hanya kekeliruan izin cuti kampanye untuk pasangan calon, kekeliruan juga menyangkut tanggal kampanye calon. Di mana pada surat yang diterima Rinadi dan Putrawadi, tercantum tanggal kampanye pada Kamis (26/4), sedangkan Adi Purmanto mempertegas bahwa jadwal kampanye yang akan diikuti Putrawadi dan Rinadi adalah kampanye Zul – Rohmi pada Rabu, 25 April 2018.

Kekeliruan selanjutnya, terjadi pada kelengkapan administrasi surat. Bahwasanya, pada surat izin cuti kampanye bernomor 850/121/DPRD-KLU/2018 dan no. 850/122/DPRD-KLU/2018, tidak dilengkapi oleh paraf dari pejabat berwenang. Tidak hanya itu, nama H. Djekat Demung juga tidak ditulis lengkap, melainkan hanya terketik H. Djekat saja.

Selaku Ketua Fraksi Demokrat, Kardi, A.Ma., yang mengetahui hal itu langsung melontarkan kritik. Sedianya dalam surat itu juga terdapat paraf Sekretaris DPRD (Setwan) KLU. Kekeliruan yang dilakukan oleh Sekretariat DPRD kali ini agar dijadikan pelajaran untuk pejabat Setwan dan jajarannya, agar kekeliruan serupa tidak terjadi di masa yang akan datang.

“Atas nama Ketua Fraksi Demokrat, surat cuti anggota fraksi atas nama Rinadi dan Putrawadi, hari ini (kemarin) kami tarik dan menyatakan itu tidak benar. Yang benar adalah surat cuti yang bersangkutan dalam rangka mengikuti kampanye paslon Zul – Rohmi,” tegas Kardi memberi klarifikasi.

Menyikapi kekeliruan itu, Sekretaris DPRD KLU, Drs. H. Ahmad Sujanadi, langsung memberi klarifikasi. Surat izin cuti kampanye yang ditandatangani H. Djekat sudah ditarik dan digantikan dengan surat yang ditandatangani oleh Ketua DPRD KLU, Dra. Ni Wayan Sri Pradianti, dengan redaksi yang telah diperbaiki. ‘’Beberapa kekeliruan seperti tanggal kampanye, cuti kampanye pasangan calon, dan paraf telah diperbaiki,’’ ungkapnya. (ari)