ITF 2020 Geliatkan Kembali Dunia Usaha

Sekda NTB H. Lalu Gita Ariadi membuka ITF 2020 di LEM, Sabtu, 5 September 2020. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pandemi virus Corona (Covid-19) yang terjadi sejak Maret lalu membuat lesu geliat usaha di seluruh penjuru dunia, termasuk NTB. Memasuki masa kenormalan baru, berbagai macam upaya dilakukan untuk menghidupkan kembali perputaran ekonomi yang ada.

Indonesian Business Womens Association atau Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) NTB merespons masalah tersebut dengan kembali menggelar IWAPI Trade Fair (ITF) 2020. “Kegiatan ini kami jadikan momen bangkitnya UKM wanita se-NTB. Insya Allah di sini kami akan brainstorming, meningkatkan brand awareness dengan melakuan pameran, dan tentunya menjaga protokol covid sesuai arahan Satgas Covid NTB,” ujar Indah Purwanti, selaku ketua pelaksana.

Iklan

Diterangkan, ITF 2020 memang sempat ditunda selama 6 bulan akibat pandemi Covid-19 yang terjadi. Pada masa penundaan tersebut, omzet dari masing-masin tenant yang juga merupakan anggota IWAPI mengalami penurunan drastis.

Dengan dilaksanakannya program tersebut setelah 6 bulan penundaan diharapkan dapat meningkatkan kembali geliat usaha yang ada. Digelar di atruium Lombok Epicentrum Mall, ITF 2020 dihadiri oleh 71 booth tenang dengan proporsi 90 persen UKM lokal NTB dan 10 persen dari sponsor kegiatan.

Ketua IWAPI NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi, menerangkan di masa kenormalan baru saat ini kegiatan-kegiatan perdagangan perlu dilakukan dengan tetap mengikuti protokol Covid-19. Terutama untuk menbiasakan adaptasi dengan perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pandemi.

Dicontohkannya seperti pelatihan UMKM yang dirangkaikan dengan ITF 2020, pihaknya bekerja sama dengan rumah distribusi dan perbankan menyiapkan pelaku usaha untuk bisa menghadapi situasi pascapandemi. “Karena usaha kita selama 6 bulan ini memang mengalami stagnasi. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita bisa kembali dengan kenormalan baru dan kembali berusaha yang lebih baik,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya berharap ITF dapat terus menjadi program tahunan, khususnya dengan dukungan dari Pemprov NTB. “Dari 71 tenant ini banyak yang last minute-nya ingin masuk, tapi kami memang tidak punya space dan ini adalah program lama. Ke depan kami harapkan Pemprov NTB dapat membantu kami di pameran setiap tahunnya,” jelasnya.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif, Lalu Anas Amrullah, menerangkan ITF 2020 membantu dunia usaha kembali bergerak di tengah pandemi. Hal tersebut dinilai penting, terutama sebagai langkah awal dunia usaha menyambut kenormalan baru.

“Semoga ini bisa jadi contoh buat teman-teman untuk tetap bergerak. Kondisi pandemi ini tidak boleh mematahkan semangat kita untuk terus berkarya. Karena pada waktunya pandemi pasti akan berlalu. Ketika ini berlalu kemudian kita hanya duduk-duduk diam, maka akan sulit lagi untuk bangkit dan recovery,” ujar Anas.

Menurutnya, penyesuaian memang harus dilakukan. Mengingat pandemi telah menghubah tatanan kehidupan di seluruh belahan dunia, termasuk untuk cara berbisnis. Untuk itu, adaptasi dibutuhkan untuk melewati krisis yang terjadi. “Kuncinya tetap menjalankan usaha dengan mengikuti tatanan baru,” jelasnya.

Senada dengan itu, Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si, menerangkan pandemi Covid-19 memang mempengaruhi pilar-pilar ketahanan rumah tangga, daerah, bahkan negara, terutama dari segi ekonomi. Untuk itu, diperlukan usaha adaptasi dengan memulai aktivitas-aktivitas sosial dan ekonomi namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dibutuhkan.

“Awalnya slogan kita adalah perang melawan covid. Maka di dalam era kenormalan baru ini kita menjadi lebih bersahabat dengan covid. Tidak bisa kita selamanya stay at home tanpa pemasukan yang memadai, itu akan terjadi pelemahan ekonomi,” jelas Sekda.

Diterangkan, untuk alasan tersebut juga Satgas Covid-19 NTB memberikan rekomendasi kepada IWAPI untuk menggelar ITP 2020. “Mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap kita harus membangun komitmen kebangkitan perekonomian. Pemprov NTB melakukan upaya itu selain dengan tracing dan menyiapkan rumah sakit darurat dan lain sebagainya,” tandas Sekda. (bay)