ITDC Proyeksikan Kebutuhan Naker di KEK Mandalika Capai 6.362 Orang

Progres pengerjaan berbagai fasilitas di kawasan KEK Mandalika semakin maju. Mulai dari pengaspalan sirkuit hingga pembangunan bypass menuju kawasan super prioritas itu. (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah (Loteng) memberikan dampak besar bagi penyediaan lapangan pekerjaan di NTB. Jika sumber daya manusia (SDM) yang ada di NTB dan pemerintah daerah tidak siap, maka lowongan pekerjaan ini bakal diisi oleh tenaga kerja dari luar. Apalagi sebentar lagi, Sirkuit Mandalika dijadwalkan menjadi lokasi penyelenggaraan World Superbike Series pada bulan November 2021 dan tuan rumah MotoGP pada bulan Maret 2022.

Bagi PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN yang dipercaya mengelola kawasan ini, menggunakan tenaga kerja terampil dan ahli di bidangnya merupakan keharusan. Artinya, tenaga kerja yang bekerja di seluruh lowongan yang ada bukanlah tenaga kerja yang asal-asalan, tapi punya keterampilan di bidangnya.

Iklan

Kepada Ekbis NTB, Minggu, 23 Mei 2021, President Director PT. ITDC Abdulbar M. Mansoer dalam penjelasan tertulis mengatakan, proyeksi kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

 

Abdulbar M. Mansoer (Ekbis NTB/ist)

Dijelaskannya, secara progres pembangunan KEK Mandalika sampai saat ini sudah mencapai 70 persen untuk sirkuit MotoGP. Kemudian proyek infrastruktur paket NIA 87 %, proyek Pullman 52 %. Proyek Beautifikasi Bazaar tahap 1 sudah 100 % dan proyek Mutip Kontrak AIIB paket 1, PP-Wika-BRL, kontrak dimulai Maret 2021. Dan kontrak AIIB paket 2, HK-Adhi kontrak dimulai Maret 2021

Sementara kebutuhan tenaga kerja dalam satu sampai lima tahun ke depan, tambahnya,  dari perhitungan perkiraan kebutuhan tenaga kerja didasarkan pada proyeksi jumlah kamar hotel dalam masterplan untuk 20 tahun ke depan dan benchmark yang dilakukan di hotel bintang 5 di The Nusa Dua. Dari komposisi ini, diperoleh perkiraan spesifikasi dan komposisi, seperti untuk House Keeping sekitar 1,076 orang atau 17 %,Loss Prevention/ security sekitar 1.013 orang atau 16 %. Food and Beverage Service sekitar 1,013 orang atau 16 %, Kitchen sekitar 950 orang atau 15 %. Engineer sekitar 633 orang atau 10 %.

Kemudian Front Office sekitar 570 orang atau 9 %, Administrasi, Financial, Purchasing & HR sekitar 380 orang atau 6 %, Sales, Marketing & Reservation sekitar 317 orang atau 5 %, Spa & Salon sekitar 190 orang atau 3 % dan Recreation/Activity sekitar 190 orang atau 3 %

Ditambahkannya, pada tahun 2021 ini juga akan dilangsungkan balap motor berskala internasional di Sirkuit Mandalika. dalam menghadapi ini, ITDC sedang menyiapkan pelatihan marshall yang dilaksanakan oleh IMI Pusat bekerjasama dengan IMI daerah dan MGPA. Pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam menyiapkan tenaga dokter, paramedis, dan tenaga perawat yang diutamakan berada di NTB.

Menurutnya, terdapat 4 tipe serapan tenaga kerja KEK Mandalika, antara lain. Kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika secara keseluruhan berdasarkan tahap pembangunan dan pengembangan Kawasan The Mandalika di antaranya, FS & Perencanaan  dibutuhkan Hukum, Geografi, Pertanahan. Masterplaner, Planologi, Arsitek, Sipil, MEP, QS dan  Teknik lainnya,  Ahli Ekonomi, Market Research, Sosial, Budaya dan Lingkungan

Untuk pendanaan  dibutuhkan calon tenaga kerja dari lulusan Keuangan, Akuntansi, Perbankan, Hukum Bisnis.Untuk tenaga kerja konstruksi, dibutuhkan tenaga siap kerja dari bidang keahlian Teknik sipil, Arsitektur, MEP, Lingkungan, Lanskap, Interior, PM, MK, QS, QA, Manajemen Kontrak. Dan untuk Operasional, dibutukan Security, Fire Brigade, Life Guard, Teknik sipil, Arsitek, MEP, IT & Lingkungan, Komunikasi, Marketing and Business Development dan Hospitality and MICE

Sementara peluang bagi SDM lokal, ITDC melihat kesiapan SDM lokal saat ini masih perlu ditingkatkan. Dalam upaya meningkatkan SDM ini dilakukan  pengembangan hard skill (kemampuan personal) dan soft skill (kepribadian) untuk dapat mengikuti pendidikan, pelatihan dan sertifikasi kompetensi bidang pariwisata seperti penggunaan bahasa asing, pelatihan tour guide dan pelatihan bidang pariwisata lainnya untuk pemenuhan standar tenaga kerja bidang pariwisata yang telah ditentukan, dengan tujuan agar tenaga kerja sektor pariwisata di NTB  khususnya memiliki daya saing terhadap tenaga kerja di kawasan ASEAN lainnya yang hendak bekerja di Indonesia.

Tidak hanya itu, ITDC telah memberikan pelatihan bagi masyarakat desa penyangga Kawasan The Mandalika khususnya dalam mendukung pembangunan Kawasan The Mandalika, dengan memberikan pelatihan setiap tahunnya seperti yang sudah dilakukan antara lain.

Tahun 2016, pelatihan sadar wisata bagi pedagang asongan dan Workshop Industri Pariwisata bagi Guru SD/MI di Desa Penyangga KEK Mandalika ke Kawasan Pariwisata The Nusa Dua. Tahun 2017 pelatihan Bahasa Inggris bagi pemuda, sertifikasi Safety and Defensive Riding bagi pengemudi travel, pelatihan sadar wisata bagi pedagang asongan, sertifikasi jasa konstruksi bagi masyarakat desa penyangga dan workshop industri pariwisata bagi Guru SD/MI di Desa Penyangga KEK Mandalika ke Kawasan Pariwisata The Nusa Dua.

Tahun 2018, pelatihan pertamanan bagi masyarakat desa penyangga, pelatihan Bahasa Inggris bagi kelompok sadar wisata, pelatihan dasar kewirausahaan bagi UMKM mitra Bazar Mandalika dan sertifikasi jasa konstruksi bagi masyarakat desa penyangga di Kawasan The Mandalika

Dan Tahun 2019, Pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat desa penyangga, pelatihan akuntansi sederhanaUMKM dan aplikasi berbasis Android bagi mitra UMKM Bazar Mandalika dan pelatihan budidaya jamur serta olahan bagi masyarakat desa penyangga serta di bidang pendidikan fokus kepada wanita, berupa pelatihan tata rias, pelatihan kerajinan tangan dan pelatihan sekaligus pendampingan program bank sampah

Tahun 2020, pelatihan semi online jualan efektif dari rumah dan program ruang pintar bersinergi dengan PT. PNM (Persero) di HPL 94.

ITDC juga memberikan pandangan kekurangan SDM lokal saat ini yaitu pendidikan dan pemahaman kepariwisataan yang berbasis hospitality (keramahan) yang masih perlu ditingkatkan dalam pengembangan KEK The Mandalika sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas. Seperti tingkat pendidikan yang masih rendah dan perlu ditingkatkan, etos kerja yang kurang dan kurangnya keterampilan tenaga konstruksi yang terlatih.

Untuk itu, tambahnya, yang harus dipersiapkan adalah partisipasi pemerintah daerah secara aktif dan serentak untuk dapat mensosialisasikan pembangunan dan pengembangan KEK The Mandalika sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas kepada masyarakat NTB khususnya dengan memberikan atau memfasilitasi pendidikan, pelatihan dan sertifikasi bidang kepariwisataan untuk pengembangan hard skill dan soft skill masyarakat yang dibutuhkan sebagai syarat tenaga ahli di bidang pariwisata. Hal ini bisa dilakukan dengan meningkatkan pendidikan berbasis kompetensi ; IT, bahasa asing, hospitality. ‘’Termasuk, meningkatkan etos dan semangat kerja. Meningkatkan hospitality dengan pendidikan sejak usia dini serta membuat kurikulum khusus tentang sadar wisata dan lingkungan ,’’ ujarnya.(bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional