Isu Mutasi Tidak Boleh Ganggu Kinerja OPD

Baiq Nelly Kusumawati. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram segera melakukan mutasi pejabat. Pergeseran pejabat ini tidak boleh mengganggu kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan, mengukur kinerja pimpinan OPD maupun pejabat lainnya pada 100 hari kerja dinilai tidaklah mudah. Ada indikator harus dipenuhi, karena setelah dilantik kinerja dikonstruksikan pada fase lima tahun. “Saya kira tidak mudah untuk menilai seperti itu. Ada target yang harus dicapai secara bertahap,” kata Walikota dikonfirmasi, Kamis, 10 Juni 2021.

Iklan

Indikator penilaian kinerja harus dilihat satu persatu. Fase saat ini, pihaknya masih memantau performance dari pimpinan OPD maupun pejabat lainnya. Dari sisi semangat, para pejabat bekerja luar biasa dan tidak terpengaruh oleh isu mutasi. Artinya, aparatur sipil negara (ASN) paham bagaimana dirinya memberikan penilaian. Selama ini, penilaian kinerja diukur dari prestasi yang dicapai.

Karena itu, ia mengingatkan pimpinan OPD maupun pejabat lainnya agar kinerja mereka tidak terganggu oleh isu mutasi. Hal ini dikhawatirkan berimbas terhadap optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. “Kalau mutasi kita tunggu waktu yang pas. Pada saatnya akan disampaikan. Tidak mungkin kita menutup – nutupi,” pungkasnya.

Diketahui, badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) sudah sejak lama mempersiapkan draf nama – nama pejabat yang bakal digeser maupun dipromosi. Pengisian jabatan terkendala izin dari Kementerian Dalam Negeri.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati mengaku, dari segi administrasi dan persyaratan lainnya telah siap. Ia membantah jika izin belum keluar. Kemendagri maupun Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah memberikan rekomendasi. “Izin sudah ada,” ucapnya.

Pelaksanaan mutasi demikian kata Nelly, menunggu perintah atau kesiapan dari pejabat pembina kepegawaian. “Pak Wali sekarang masih sibuk diklat dari Kemendagri. Kalau kami sudah siap tinggal menunggu perintah saja,” demikian kata dia. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional