Istimewa, Produktivitas Kalangan Difabel

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu memberi dukungan kursi roda kepada warga penyandang disabilitas yang berprofesi sebagai perajin sandal. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) H. Djohan Sjamsu, S.H., mengapresiasi produktivitas kalangan disabilitas di wilayahnya. Produktivitas kelompok tersebut dinilai istimewa lantaran berproduksi dalam kondisi tidak normal seperti masyarakat pada umumnya.

“Saya mengapresiasi tinggi produktivitas seluruh warga, khususnya kalangan disabilitas. Di samping kondisinya tidak normal, tetapi memiliki keahlian,” ucap bupati, Sabtu, 17 Juli 2021.

Iklan

Bupati mencontohkan, salah satu warga bernama Isnadi. Warga berkebutuhan khusus tersebut kesulitan berjalan. Di balik keadaan yang tidak normal, warga tersebut mempunyai tekad besar untuk mengubah ekonomi keluarga.

Tersentuh dengan kondisi warganya itu, bupati lantas memberikan fasilitas berupa kursi roda. Ia harapkan, kursi roda itu memberi kemudahan bagi warga untuk beraktivitas dan menggiatkan usahanya.

“Kita berikan bantuan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Kebetulan beliau ini mampu membuat sandal atau pengrajin sandal. Saya lihat, sandal buatannya cukup bagus, bahkan sudah disebar ke beberapa toko di wilayah Gangga. Makanya mudahan ini bisa mengangkat derajat hidupnya dan keluarganya,” sambung Djohan.

Ia juga berpesan agar OPD mendukung industri rumah tangga masyarakat, dengan cara membeli produk-produk yang dihasilkan warga, khususnya produksi kelompok disabilitas. Dengan cara itu, OPD memberi peluang bagi usaha masyarakat untuk berkembang.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan Pemda Lombok Utara tetap akan memprogramkan dukungan kepada masyarakat baik kalangan disabilitas, lansia maupun usaha UMKM yang banyak melibatkan ibu rumah tangga.

Sebagai penanganan kebutuhan jangka pendek, Pemda mengalokasikan bantuan sembako. Program ini tetap dilanjutkan sejak dilaksanakan oleh pemerintahan sebelumnya. “Setiap tiga bulan sekali, Pemda memberikan bantuan sembako untuk disabilitas ini. Kemarin di (kecamatan) Pemenang dan Gangga kita juga serahkan, dan kecamatan lainya juga akan menyusul,” sambungnya.

Untuk diketahui, Pemda mengalokasikan anggaran pengadaan bahan pokok kepada 2.600-an orang warga. Mereka yang menerima berasal dari kelompok lansia, disabilitas, serta warga dengan ekonomi kurang mampu. “Kita juga akan berpikir ke arah pelatihan. Kelompok-kelompok usaha produktif agar menghasilkan dan produknya bisa bersaing,” tandas Djohan. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional