Isolasi Mandiri Tidak Berjalan

Irawan Aprianto (Suara NTB/fit)

Mataram (Suara NTB) – ANGGOTA Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Mataram, IrawanAprianto, ST., mengungkapkan bahwa kebijakan isolasi mandiri terhadap masyarakat yang hasil rapid test maupun swab-nya reaktif, dalam tataran pelaksanaanya, ternyata tidak berjalan. ‘’Ada beberapa kasus, contohnya yang reaktif kemudian minta untuk isolasi mandiri selama 14 hari. Setelah dicek ternyata hasilnya negatif,’’ ungkapnya dalam kunjungan Pansus ke Dinas Kesehatan Kota Mataram, Senin, 20 Juli 2020.

 Dia mempertanyakan apakah isolasi mandiri ini sudah berjalan dengan baik atau sebaliknya. ‘’Karena yang kami temukan di lapangan. Kebetulan kami tinggal di tengah-tengah masyarakat. Hampir setiap yang positif itu lapor sama saya. termasuk yang ditracing reaktif, saya kebetulan tahu,’’ terangnya. anggota dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini menyebut bahwa isolasi mandiri di masyarakat tidak berjalan sebagaimana seharusnya.

Iklan

‘’Kenapa tidak berjalan, karena masyarakat tidak ada penekanan dari gugus tugas. termasuk pihak lingkungan,’’ ucapnya. Irawan melihat lemahnya pengawasan terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri. Namun demikian, pihak lingkungan juga tidak bisa dipersalahkan atas tidak berjalannya isolasi mandiri tersebut.

‘’Kami tidak bisa menahan mereka karena mereka harus kerja,’’ demikian Irawan menirukan ucapan dari pihak lingkungan. dia mempertanyakan bantuan terhadap masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri kepada pihak lingkungan. Jawaban yang didapatkan bahwa bantuan dari pemerintah terhadap masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri sementara menunggu hasil swab ke luar, nihil.

Menurut politisi PKS ini, mustahil pemerintah bisa ‘’memaksa’’ masyarakat melakukan isolasi mandiri, sementara apa yang menjadi kebutuhan mereka, terutama sembako, tidak dipenuhi oleh pemerintah. ‘’Ini kasus baru kemarin ada bayi yang meninggal ternyata positif. Itu kemudian ditracing reaktif semua. Kemudian mereka diminta untuk isolasi mandiri, ternyata tidak ada yang isolasi,’’ ungkapnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram ini mengaku sudah menghubungi Dinas Sosial Kota Mataram agar segera memberikan bantuan kepada warga yang reaktif itu agar bisa melaksanakan isolasi mandiri. ‘’Ternyata ndak ada dating,’’ sesalnya. Dengan kondisi seperti itu, sambung Irawan, rasanya mustahil meminta masyarakat untuk diam di rumah. Dia menyayangkan fenomena masyarakat tidak diberikan bantuan terjadi berulang-ulang di Mataram. (fit)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional