Ismail, Penderita Kusta Belum Bisa Tertangani Pemda

Dompu (Suara NTB) – Ismail (50) warga Taa yang menderita kusta dan terbaring di atas tempat tidurnya belum juga mendapat bantuan dari pemerintah. Dinas Kesehatan mengklaim, Ismail sudah masuk katagori penyandang disabilitas dan menjadi tanggungjawab Dinas Sosial. Dinas Sosial pun dituntut turun lapangan agar tidak mendapatkan data yang keliru.

Kepada Suara NTB saat dikunjungi, Minggu, 4 Desember 2016 malam, Ismail yang didampingi adiknya Murtala mengungkapkan, untuk pengobatan sakitnya hanya menggunakan obat – obat tradisional Cina dan daerah. Selama mengonsumsi obat ini, dirinya merasa membaik. Luka – lukanya juga sudah mulai mengering dan sudah bisa digerakkan. “Saya hanya minum obat cina dan obat tradisional ini saja,” katanya.

Iklan

Obat – obat itu, katanya dibeli dari dana bantuan yang diserahkan kepada dirinya. Sejauh ini, bantuan yang diterima dari perorangan dan belum ada dari institusi pemerintah. Bahkan kunjungan resmi petugas pun belum ada, kecuali dari Puskesmas saat awal – awal kasus mengenai penyakitnya ramai di media sosial.

“Kemarin, istri Kapolsek serahkan dua jenis alat tempat buang kotoran. Karena sulit untuk mencuci dan buangnya, makanya belum saya pakai. Saya buang kotoran langsung di atas rumah (kayu tempat tinggal) ke tanah,” akunya.

Selain Ismail, ia juga tinggal bersama Ibunya Hatijah yang telah menginjak usia 70 tahun. Ibunya juga sudah tidak bisa melihat dan hanya bisa tidur terbaring di atas kasur tempat tidurnya. Keduanya hidup dan dirawat oleh saudaranya, Murtala dan istrinya. Mereka tinggal di rumah kayu 9 tiang dan berdindingkan bedek.

Sementara antara Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi Kabupaten Dompu terkesan saling lempar tanggungjawab atas persoalan ini. Menurut Kepala Dinas Sosial Nakertrans, masih menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan untuk mengurusi Ismail. Karena ia masih dalam tahap pengobatan dan perawatan. Pihaknya hanya menangani mereka yang telah mendapat penanganan medis dan kategori disabilitas.
“Itu menjadi tanggungjawab Dikes, karena dia masih dalam tahap pengobatan dan perawatan,” katanya.

  Tinggi, Kasus TBC di Loteng

Ismail merupakan warga Wera Kabupaten Bima yang baru datang ke Dompu beberapa bulan lalu. Hal ini berdasarkan laporan dari mantan pegawai Dinas Sosial yang telah diangkat menjadi Kasi Pendes Kecamatan Kempo.

“Kita sendiri belum turun, tapi berdasarkan laporan dari mantan pegawai kita yang menjadi Kasi Pemdes Kecamatan Kempo, dia itu warga Wera yang baru datang beberapa bulan lalu,” kata Kasi Penyandang Cacat Dinas Sosial yang mendampingi Kadis Sosial.

Untuk bantuan disabilitas di Dompu, lanjutnya hanya bersumber dari APBN dan dialokasikan untuk Dompu 20 orang. Semua bantuan tersebut juga telah disalurkan. “Kalaupun mau diberi bantuan, itu harus menggunakan dari dana APBD,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan, SKM, M.M.Kes yang dihubungi terpisah, mengatakan, Ismail warga Taa yang ramai diberitakan menderita kusta sebenarnya telah ditangani sejak beberapa tahun lalu. Ia bahkan telah dinyatakan sembuh dari sakitnya. Saat ini, ia dalam tahap perawatan dan tidak lagi menjadi tanggungjawab program penanganan penderita kusta.

“Sekarang itu tergantung dirinya dan keluarganya untuk perawatan, terutama dalam menjaga kesehatannya. Seperti harus tetap mandi dan direndam agar kulit kasarnya terkelupas. Makan, makanan yang bergizi,” ungkap Gatot. Ia pun berharap, agar Ismail sekeluarga mendapat perhatian dari Dinas Sosial, karena masuk kategori disabilitas dan keluarganya tergolong miskin. Sehingga keluarganya bisa hidup mandiri.

Gatot juga menjelaskan, penyakit kusta termasuk penyakit yang dapat menular melalui kontak langsung dan berlangsung lama melalui tidur bersama, memakai pakaian yang sama dan menggunakan cuci tangan yang sama. “Tidak bisa menularnya karena sekali kontak, tapi tergantung juga dengan antibodinya,” jelasnya. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here