IRT Ditangkap Gara-gara Jualan Togel

Tim Puma Polresta Mataram menangkap nenek-nenek penjual togel di Bertais, Sandubaya, Mataram.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Wanita sepuh berinisial NK (58) bakal menghabiskan sebagian masa tuanya di penjara. Warga Bertais, Sandubaya, Mataram ini tertangkap berjualan judi toto gelap (Togel). Judi keberuntungan tebak angka ini sudah dijalaninya sejak tiga tahun silam. “Dia menjual togel dari rumahnya. Pelanggan yang datang membeli,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Rabu, 7 April 2021.

Penangkapan NK juga berikut barang bukti nota pembelian togel, kalkulator, ponsel, dan bolpoin yang dipakai mencatat rekap. NK ini juga menerima pesanan dari ponsel. “Kita amankan juga uang tunai Rp550 ribu yang kita duga dari hasil transaksi togel,” imbuhnya. Dari hasil interogasi, NK menyandarkan nomor togel pada bandar Sydney, Singapura, Taiwan, dan Hongkong. Bandar ini buka pada waktu yang berbeda sehingga NK tetap bisa berjualan setiap waktu merunut waktu bandar.

Iklan

NK mempunyai berbagai macam akun untuk memesan nomor. Dalam satu hari omzet NK bisa mencapai jutaan rupiah. Apalagi jika ada pelanggan yang nomornya sesuai dengan hasil putaran bandar. Sementara, tersangka penjual togel lain juga ditangkap. Kecelakaan lalu lintas terpaksa menghentikan LG (28) dari pekerjaannya sebagai ojek online (Ojol). Pria asal Rembiga, Selaparang, Kota Mataram ini beralih menjadi penjual kupon toto gelap (Togel). Dia ditangkap setelah tiga bulan beroperasi.

Kadek Adi mengatakan, LG diamankan saat sedang berjualan kupon kepada pelanggan. “Omzetnya setiap hari Rp200 ribu sampai Rp300 ribu,” ucapnya. LG ditangkap dengan barang bukti buku rekening, kartu ATM, ponsel, lima bon pembelian togel, dan uang tunai Rp60 ribu. kini menghuni sel tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka perjudian pasal 303 KUHP. Awal mula perkenalannya dengan judi dimulai setelah mata pencaharian utamanya tidak bisa dijalankannya lagi. “Dia sebelumnya ojek online,” kata Kadek Adi.

Dari interogasi, LG mengaku pendapatannya dari judi togel tidak menentu. Tergantung dari jumlah pembeli yang menitipkan pembelian nomor togel untuk dipesan secara online. LG berkiblat pada bandar di Sydney, Australia. “Saya ngojek kemudian kecelakaan sehingga ada patah tulang. Tidak kuat lagi naik motor. Saya awalnya main sendiri kemudian ada teman nitip. Saya main sendiri tidak ikut bos,” aku LG menjawab interogasi Kadek Adi.

Sama halnya dengan seorang buruh bangunan berinisial RF. Pria ini juga ditangkap atas dugaan perjudian togel. Barang buktinya Rp1,13 juta yang diduga dari hasil berjualan nomor keberuntungan. RF, kata Kadek Adi, mulai berjualan togel tiga bulan silam. Modalnya dengan akun di situs judi online. Selain bermain sendiri, RF juga menerima titipan nomor dari pelanggan. “Dia dengan modal sendiri. Tidak terkait dengan jaringan bandar di sini,” jelasnya.

Sama seperti tersangka sebelumnya, RF juga awalnya bermain sendiri. Awalnya hanya mencoba peruntungan. Aktivitasnya ini kemudian dikembangkan dengan menerima titipan nomor. “Dia punya pelanggan tapi dia relatif pasir. Kalau yang mau beli, nanti pelanggannya yang datang atau juga pesan lewat HP,” ucapnya. RF ditetapkan sebagai tersangka pasal 303 KUHP tentang perjudian yang ancaman pidana penjaranya paling lama 10 tahun. “Tersangka sudah kita tahan untuk kita proses penyidikan,” tutup Kadek Adi. (why)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional