IPM NTB Masih di Urutan 29 Nasional

I Gusti Lanang Putra (tengah). (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB pada tahun 2019 belum bergeser di posisi 29 nasional dari 34 provinsi di Indonesia. Namun perkembangan IPM NTB terbilang cukup baik dan pertumbuhannya berada pada 5 besar nasional.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTB, Ir. I Gusti Lanang Putra Senin, 17 Februari 2020 kemarin secara rinci menyampaikan, IPM Provinsi NTB mengalami peningkatan dari 67,30 di tahun 2018 menjadi 68,14 pada tahun 2019. Dengan peningkatan ini, IPM Provinsi NTB masih berada pada kategori capaian sedang.

Iklan

Pertumbuhan IPM NTB di tahun 2019 mencapai 1,25 persen. Laju pertumbuhan IPM NTB ini merupakan yang tercepat ke lima dibandingkan provinsi lain yang ada di Indonesia.

Dari dimensi kesehatan yang digambarkan oleh indikator Umur Harapan Hidup, di tahun 2019 Provinsi NTB mencapai 66,28 tahun. Indikator ini meningkat sebanyak 0,41 poin dibandingkan tahun 2018.

Dari dimensi pendidikan, digambarkan oleh indikator Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah.

HLS Provinsi NTB di tahun 2019 Provinsi NTB mencapai 13,48 tahun, meningkat 0,01 poin dibandingkan tahun 2018. Sedangkan RLS-nya sebesar 7,27 tahun dan nilai ini meningkat sebanyak 0,24 poin dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2019 sebesar 10,64 juta rupiah per orang per tahun. Indikator ini meningkat sebanyak 356 rupiah dibandingkan tahun 2018.

Dijelaskan Lanang, pertumbuhan IPM tertinggi terlihat di Kabupaten Lombok Tengah sebesar 1,53 persen, lalu Kabupaten Lombok Timur 1,35 persen, dan Kabupaten Dompu sebesar 1,28 persen. Sementara IPM terendah pertumbuhannya adalah Kota Mataram 0,85 persen, Kota Bima 1,01 persen dan Lombok Utara 1,03 persen. Mengapa Lombok Tengah tertinggi pertumbuhan IPMnya? Kata Lanang, pertumbuhan terutama didorong oleh dimensi ekonomi.

Keberadaan KEK Mandalika, pergeseran Bandara Internasional Lombok dari Selaparang Mataram menurutnya sangat berkontribusi besar menggerakkan perekonomiannya. “Sementara di Kota Mataram, karena sudah tumbuh paling tinggi, jadi lebih cepat pertumbuhan daerah-daerah yang berkembang. Di Lombok Utara karena faktor gempa tahun 2018 lalu,” jelas Lanang.

Pertumbuhan IPM NTB ini terbilang cukup bagus. Jika konsisten dipertahankan pertumbuhannya pada lima besar nasional. Dua sampai 3 tahun ke depan, NTB diyakini akan menyalip posisi Gorontalo.

“Bergeser maju itu berat. Karena daerah lain juga mengejar pertumbuhan IPMnya. Tapi jika NTB konsisten, dua atau tiga tahun, bisa naik peringkat menyalip Gorontalo. Selisih kita kecil dengan Gorontalo,” katanya. Karena itu, yang paling penting didorong adalah dimensi kesehatan yang progresnya masih paling rendah. (bul)