IPM Lotim Melorot Bupati Minta Bantuan TP PKK

TANDA TANGAN - Penandatanganan serah terima Ketua TP PKK Lotim dari Hj. Supinah Ali Bin Dachlan pada Hj. Hartati Sukiman Azmy disaksikan Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini di Selong, Senin,  22 Oktober 2018. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Senin,  22 Oktober 2018, Hj. Hartati Sukiman Azmy resmi dilantik sebagai Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Amanah yang kembali diemban oleh istri Bupati Lotim ini bertepatan dengan hari lahirnya.

Seraya mengucapkan, selamat ulang tahun kepada istrinya, Bupati Sukiman ini menyampaikan beberapa pesan. Di bawah pimpinan Hj. Hartati, PKK Lotim diminta dapat membantu pemerintah daerah untuk menyelesaikan tiga hal. Bantuan ini harapan bupati ke depan bisa meningkatkan kembali indeks pembangunan manusia (IPM) Lotim yang saat ini disebut sedang terpuruk. Berada di urutan ke 9 dari 10 kabupaten kota se NTB.

Iklan

Perihal pertama, sebut Sukiman PKK diminta membantu dalam bidang kesehatan.Pada bidang kesehatan ini masih dijumpai angka kematian anak dan ibu yang tinggi, sehingga menyebabkan banyak kasus stunting dan gizi buruk. “Itu yang sebabkan IPM Lotim melorot,” ucapnya.

Bupati mengaku, banyak  orang sakit, karena miskin. Untuk itu, TP PKK diminta turut membantu menemukan orang-orang miskin tersebut. Saat ini sudah ada kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. ‘’Jangan biarkan warga Lotim ini mati pelan-pelan, karena kemiskinan,’’ ujarnya mengingatkan.

Masyarakat Lotim sebutnya banyak yang terkena penyakit kanker yang tidak termonitor. Peran PKK  untuk menemukan warga yang sakit bersama Lembaga Swadaya Masyarakat. Terhadap kondisi ini, ujarnya, akan sangat berdosa bagi masyarakat untuk membiarkan, sehingga pemerintah harus hadir di tengah masyarakat.

Bupati mencontohkan bagaimana Khalifah Umar Bin Khattab yang datang keliling mencari warganya yang lapar dan menemukan ada yang memasak batu. Menurutnya, apa yang dicontohkan Umar Bin Khattab ini harus diikuti untuk mencari masyarakat yang sedang dilanda kesusahan. “Berantas gizi buruk, kurangi kematian bayi. Dengan demikian, IPM akan merangkak naik,’’ ujarnya.

Bidang pendidikan, tambahnya, dirinya bersama mantan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengajar buta aksara, karena banyak anak anak putus sekolah. Untuk itu, PKK diminta bisa berperan dalam membantu pemberantasan buta aksara.

Pada bagian kesejahteraan rakyat, ujarnya, banyak bantuan dari luar yang masuk ke Lotim, seperti Baituttamkin yang mencoba turut memerangi rentenir. Alangkah baiknya di kecamatan ada koperasi PKK yang bisa hadir juga membantu meringankan beban warga.

“Bentuk koperasi PKK tingkat kabupaten, sehingga bantuan hibah tidak untuk leha-leha saja,” ucapnya. Boleh bantuan untuk studi banding dan lainnya, tapi lakukan upaya pengurangan ketergantungan terhadap para renternii. PKK, bukan sekedar etalase. Bukan sekadar tempat berhimpun. “Mari layani masyarakat dengan hati, bukan dengan cara-cara seremoni,” demikian.

Sementara Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini menjelaskan, roadshow TP PKK kali ini  bekerjasama dengan BKKBN Provinsi NTB, dalam rangka kesatuan gerak PKK untuk keluarga berencana. Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah penduduk terbesar di NTB, namun TP PKK dengan 4 Pokja-nya akan senantiasa melaksanakan tugas dengan baik dan menjadikan penduduk yang besar itu sebagai sebuah potensi yang besar pula.

Menurutnya, NTB berada pada posisi kedua terbawah dari  seluruh provinsi se- Indonesia dalam aspek ketahanan keluarga. Hal ini berawal dari budaya merarik kodeq yang ada di masyarakat kita, yang menjadi cikal bakal dari  masalah sosial. Untuk itulah perlu peran serta pemerintah, alim ulama, tokoh masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan usia pernikahan dan memberikan  pemahaman kepada remaja yang berniat melakukan pernikahan.

Sedangkan dalam bidang kesejahteraan masyarakat di Lotim terdapat UP2K yang masih awal dan pemula.  Ke depan poksus ini diharapkan dapat meningkatkan fungsinya dan mengubah perannya menjadi koperasi di Lotim. Saat ini terdapat 2 koperasi dibawah binaan TP PKK Lotim di Selong dan Masbagik.

Selain itu, program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menjadi tempat awal mendidik anak-anak menjadi hal penting untuk terus ditingkatkan perannya.

Selain itu, Peningkatan gizi keluarga juga masih tetap menjadi perhatian khusus TP PKK Provinsi, seperti pola konsumsi ikan keluarga di Lotim terpaut 7,5 persen, di bawah capaian provinsi yang mencapai 35,5 persen. Untuk itu, Hj. Niken Saptarini berharap, TP PKK Lotim merevitalisasi kelompok Dasa Wisma di desa-desa untuk dapat memantau langsung masalah yang terdapat di masyarakat, seperti stunting, gizi buruk, kematian ibu dan anak. (rus)