Investor Sudah Bisa Garap Amdal

Madani Mukarom (Suara NTB/dok)

Meskipun rekomendasi kesesuaian ruang belum keluar dari Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) NTB. Namun investor sudah bisa menggarap Detailed Engineering Design (DED) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek kereta gantung Rinjani.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F., M. Si., menjelaskan, lokasi pembangunan kereta gantung berada di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Balai Tahura Nuraksa. Di mana, KPH dan Balai Tahura Nuraksa sudah mempunyai rencana pengelolaan jangka panjang yang sudah disahkan Menteri LHK.

Iklan

“Yang punya hutan itu menteri, ruangnya sudah sesuai. Sehingga tidak mungkin ditolak. Jadi, kalau nanti sudah datang investornya bisa berjalan simultan. FS, DED, Amdal dikerjakan, kesesuaian ruang (di TKPRD) juga bisa  dikerjakan, bisa simultan,” kata Madani dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 18 Januari 2021.

Madani menjelaskan, Menteri LHK yang punya kewenangan mengeluarkan izin di dalam kawasan hutan. Menteri LHK sudah mengesahkan rencana  pengelolaan KPH. Artinya, kesesuaian ruang sudah sesuai.

‘’Kalau TKPRD lebih banyak di luar kawasan hutan. Kalau kawasan hutan memformalkan, daerah diberikan kewenangan. Menteri yang punya kawasan hutan, itu  sudah sesuai mengenai rencana pengelolaannya,’’ katanya.

Madani menambahkan jika negara asal investor kereta gantung telah dibuka, dan kunjungan warga negara asing kembali dibuka. Maka investor asal China yang akan membangun kereta gantung tersebut akan segera datang ke NTB.

Ia mengatakan, untuk penyusunan FS, DED dan Amdal diperkirakan bisa tuntas enam bulan. Sehingga pembangunan sudah bisa dilakukan. Sesuai rencana, pembangunan proyek kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani yang berada di wilayah Batukliang Utara Lombok Tengah ini butuh waktu sekitar 1,5 tahun.

‘’Investornya  sudah mengantongi izin prinsip, maka dia  sudah bisa survei. Izin prinsip untuk melakukan survei segala macam termasuk DED dan Amdal,’’ tandasnya.

Proyek kereta gantung akan dibangun di kawasan Gunung Rinjani yang berlokasi di Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah (Loteng). Rencana pembangunan kereta gantung di sekitar kawasan Gunung Rinjani ini diklaim merupakan terpanjang di dunia.

Pembangunan  kereta gantung ini tidak berada di zona inti Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Pembangunan kereta gantung  dimulai dari Karang Sidemen Kecamatan  Batukliang Utara Loteng menuju kawasan hutan lindung di bagian atasnya. Kereta gantung yang dibangun sepanjang kurang lebih  10 km, dan diklaim menjadi kereta gantung  terpanjang di dunia. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional