Investor Siapkan Rp5,2 Miliar untuk FS Jembatan Lombok – Sumbawa Tahap I

H. Ahmadi (Suara NTB/nas)

PEMPROV NTB telah menggelar pertemuan dengan PT. Nabil Surya Persada, investor yang akan melaksanakan studi kelayakan atau feasibility study (FS) Jembatan Lombok – Sumbawa awal pekan kemarin. Pengerjaan FS jembatan Lombok – Sumbawa akan mulai dilaksanakan setelah penandatanganan kerja sama, yang merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani Desember 2020.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1., yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan PT. Nabil Surya Persada telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5,25 miliar untuk FS Jembatan Lombok – Sumbawa tahap I. Ia mengatakan, pertemuan tersebut dihadiri Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., Asisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.Sc., M.TP, Dinas PUPR, Bappeda dan OPD terkait lainnya.

Iklan

“Keinginannya untuk melakukan feasibility study tahap I, studi kelayakan tahap I. Dengan sumber anggaran dari mereka sendiri, bukan APBD maupun APBN. Mereka kerja sama dengan konsultan, anak perusahaan Krakatau Konsultan. Dengan anggaran sekitar Rp5,250 miliar,’’ sebut Ahmadi dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 20 Juni 2021.

Dalam penyusunan proposal FS Jembatan Lombok – Sumbawa, PT. Nabil Surya Persada menggandeng PT. Krakatau Konsultan yang merupakan anak perusahaan PT. Krakatau Engineering. Selanjutnya, PT. Krakatau Konsultan juga mengajak dan berkoordinasi dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT).

Ahmadi mengatakan, PT. Nabil Surya Persada tinggal menunggu penandatangan kerja sama dengan Pemprov NTB. Setelah itu, mereka akan melakukan FS tahap I.

FS tersebut ditargetkan tuntas Desember mendatang. Untuk FS tahap I, kata Ahmadi, mereka akan mengkaji kelayakan dari sisi ekonomi. FS tahap I, lanjut Ahmadi, masih bersifat kasar.

“Apakah ada keuntungan atau tidak. Baru masuk tahap II yang lebih mendalam, atau studi investigasi data. Itu lebih mahal lagi,” jelasnya.

Setelah pertemuan awal pekan kemarin, selanjutnya PT. Nabil Surya Persada akan menyerahkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) ke Pemprov NTB pada awal Juli mendatang. Pemprov punya kepentingan mengetahui apa saja yang akan dilakukan dalam FS tahap I.

“Dia harus membuatkan kita KAK, kemudian kita rapatkan. Setuju atau tidak kalau mereka bekerja model ini,” terangnya.

Mantan Sekretaris Dinas PUPR NTB ini menambahkan, Pemprov akan mengawal FS yang dilakukan setiap bulan. Untuk mengetahui perkembangan FS yang dilakukan PT. Nabil Surya Persada bersama mitranya.

Sebagaimana diketahui, hasil pra studi kelayakan atau pra-FS yang dilakukan konsultan dari Korea, biaya untuk konstruksi pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa sebesar Rp850 miliar sampai Rp1 triliun per kilometer (km). Dengan panjang jembatan 16,5 km, total biaya konstruksi paling sedikit Rp16,5 triliun. Jika ditambah dengan asesorisnya, maka butuh biaya sekitar Rp20 triliun. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional