Investor Lirik Potensi Pengembangan Garam di Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Investor tampaknya mulai melirik potensi pengembangan garam di Sumbawa. Bahkan salah satunya, bakal melakukan survei awal di sejumlah lokasi.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Tim Kimia Farma Dinas Kelautan dan Perikanan yang difasilitasi Asisten II Setda Sumbawa.

Iklan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa, Ir. Dirmawansyah menyampaikan kedatangan investor yang didampingi tim dari Kimia Farma guna survei awal terkait pengolahan garam. “Mereka survei awal untuk bisa atau tidak berinvestasi di sini,” ujarnya.

Menurutnya, investor tersebut akan melakukan survei di beberapa titik. Mengingat ada banyak indikator-indikator yang akan dilihat. Baik dari segi kelayakan, aspek tekhnisnya dan kualitas garam yang ada di Sumbawa. “Semua nanti dilihat. Baru kemudian dianalisa bisa atau tidak untuk dikelola,” pungkas Dirmansyah.

Sementara tim dari Kimia Farma, Fujianto mengakui kedatangannya ke Sumbawa membicarakan kaitan pengembangan garam. Terutama untuk garam industri. Makanya upaya yang dilakukan untuk menuju kemandirian garam industri. “Kalau kita yang kemarin garam farmasi sudah punya pabriknya di Watudakon Jatim,. Selama ini 6.000 ton impor. Kedepannya itu juga akan kita penuhi sendiri tidak usah impor,” ujarnya.

Dijelaskannya, disamping ada garam farmasi, juga ada garam industri dan aneka pangan. Dimana saat ini ada jutaan ton keperluan yang masih diimpor. Diharapkan, kedepannya jika dibangun pabrik pengolahannya di Sumbawa, dapat mengurangi impor yang selama ini masih jutaan ton.

“Mudah-mudahan nanti kedepan kalau kita bangun di sini mengurangi impor yang selama ini jutaan ton itu,” pungkasnya.

Nantinya, sambung Fujianto, dampaknya tidak hanya untuk menutupi impor. Tetapi para petani garam akan lebih sejahtera. (ind)