Investor Jajaki Pembangunan Industri Garam di Teluk Santong

H. Yusron Hadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Salah satu investor sedang menjajaki pembangunan industri garam seluas 650 hektare di Kawasan Teluk Santong, Kabupaten Sumbawa. Saat ini, investor sedang melakukan kajian atau studi kelayakan.

‘’Kemarin ada investor yang tertarik berinvestasi. Sekarang kita masih menunggu proses. Investor sedang melakukan kajian kelayakan. Lokasinya di Kabupaten Sumbawa, tepatnya di sekitar Kawasan Teluk Santong,’’ kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, H. Yusron Hadi, ST, MUM dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 16 Oktober 2020.

Iklan

Yusron menyebutkan, luas areal industri garam yang akan dikembangkan sekitar 650 hektare. Untuk mendukung industri garam tersebut, sekarang sedang dilakukan pembenahan. Bagaimana agar garam yang diproduksi masyarakat kualitasnya semakin baik. Melalui fasilitasi teknologi dan peningkatan kapasitas petani garam.

Ia mengatakan, nantinya investor akan menyerap garam yang diproduksi petani garam. Sehingga akan ada petani plasma yang menjadi mitra perusahaan atau investor. Yusron menyebutkan, potensi garam di NTB cukup besar.

Tercatat ada lima kabupaten yang menjadi sentra produksi garam. Yaitu, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

‘’Dari masing-masing potensi ini harapan kita bisa berkembang sentra industri garam terstandar bisa untuk konsumsi domestik dan memenuhi kebutuhan industri,’’ katanya.

Yusron mengatakan pada 2021, NTB mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk mendukung industrialisasi garam. Pada 2020, Pemerintah Pusat mengembangkan pilot project atau daerah pencontohan rumah tunnel garam di Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Dengan teknologi rumah tunnel garam ini, produksi garam tidak akan mengenal musim. Sehingga, pada musim hujan, petani tetap dapat memproduksi garam.

‘’Dengan rumah tunnel garam ini kualitas bisa ditingkatkan. Ini teknologi sederhana. Dan petani garam bisa tetap memproduksi garam di luar musim,’’ terangnya. (nas)