Investor Heli ke Rinjani Belum Ajukan Izin Apapun

Dedy Asriady  (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dedy Asriady, menjelaskan investor Heli Tourism, PT. Airbus Helicopter Indonesia belum mengajukan izin apapun terkait rencananya. Sebab, tahapan investasi mereka masih proses sosialisasi awal dan kajian teknis lokasi paling memungkinkan untuk pendaratan heli.

“Sekarang ini masih sosialisasi perencanaan. Jadi  pengajuan izin usaha heli belum masuk ke kementerian,” ujarnya. Aturan hingga keluarnya izin untuk  operasional Helikopter menurutnya masih berliku. “Untuk landing zone pun belum ditentukan, masih dilihat lihat mana yang lebih realistis,” ujarnya, Kamis, 20 Februari 2020.

Iklan

Terkait dua rencana investasi ini Balai TNGR memberi lampu hijau, dengan catatan kehadiran  perusahaan tidak  menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan usaha yang sudah lama beroperasi. Glamping dan Heli tourism diharapkan sebagai usaha baru yang menggairahkan pasar baru pariwisata di Gunung Rinjani.  Ditanya kekhawatiran publik dari sisi ekologi, paling tidak perusahaan bisa meminimalisir dampak.

Sementara dari sisi sosial, didorongnya agar PT. RGI dan PT. Airbus membuat kalkulasi agar bersinergi dengan masyarakat,  sekaligus mempertimbangkan Rinjani  secara geologi karena sebelumnya pernah terpapar gempa.

“Kedepan setelah ada studi itu semua, kita konsultasi, apakah bisa diterima atau tidak. Intinya, masih Panjang,” pungkasnya. (ars)