Investor Glamping dan ‘’Heli Tourism’’ Rinjani Baru Kantongi NIB

Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Investor yang tertarik membangun fasilitas penginapan mewah dan heli tourism di kawasan Rinjani baru sebatas memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB). Investor glamour camping (glamping) dan heli tourism mendapatkan NIB hanya dengan mendaftar lewat Online Single Submission (OSS) atau perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi Rabu, 26 Februari 2020 menjelaskan, dengan adanya kebijakan baru yang berlaku di rezim perizinan, orang dipermudah mendapatkan izin berupa NIB dengan pola OSS. Orang tak harus datang ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk memperoleh NIB.

Iklan

‘’Di dalam rumah, sambil gosok gigi dipandu dengan sistem online dapat mendaftar, dipenuhi semua persyaratan. Keluar Nomor Induk Berusaha (NIB),’’ jelas Sekda.

Setelah NIB keluar, kata mantan Kepala DPMPTSP NTB ini, tak lantas investor langsung dapat izin operasional. Untuk keluarnya izin sampai benar-benar menjadi operasional, banyak persyaratan dan komitmen-komitmen teknis yang harus dipenuhi investor.

‘’Dengan sistem perizinan sekarang, bisa jadi mudah mendapatkan NIB-nya. Tetapi memenuhi komitmen-komitmen itu juga tidak gampang, berdasarkan aturan-aturan,’’ katanya.

Ia mencontohkan, investor yang sudah mendapatkan NIB, rencana investasinya akan membangun kereta api, glamping dan heli tourism di Rinjani.

‘’Tapi rencana ini,  jadi apa tidak sampai beroperasi, komitmen harus dipenuhi lagi. Ada  persyaratan-persyaratannya. Kalau ada ingin memanfaatkan (berinvestasi), kita terima dulu. Kita kan harus tetap positive thinking dulu terhadap orang yang mau berusaha,’’ katanya.

Namun untuk berusaha, investor harus memenuhi ketentuan. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang melakukan kajian lebih mendalam. Masukan dari masyarakat juga menjadi pertimbangan Pemda sebelum memberikan atau menolak memberikan perizinan selanjutnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu investor, PT. Rinjani Glamping Indonesia (RGI) berencana menggarap sebagian dari zona di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani.  Investor tersebut menyiapkan investasi senilai Rp4,55 miliar untuk membangun fasilitas penginapan mewah. Saat presentasi di BTNGR, PT. RGI berencana membangun penginapan mewah di atas lahan 10 persen dari empat hektare yang diajukan.

Diantaranya, pembangunan deluxe tents atau tenda mewah sebanyak 20 unit, nilai investasinya Rp3 miliar. Kemudian pembangunan small waterhouse sebanyak dua unit senilai Rp150 juta, pembangunan office tents senilai Rp500 juta.

Investor tersebut juga berencana membangun dapur dan tenda makan senilai Rp500 juta. Mereka juga akan melengkapi dengan fasilitas toilet sebanyak dua unit senilai Rp100 juta. Selain itu, juga berencana membangun instalasi listrik dan instalasi air bersih masing-masing senilai Rp75 juta.

Kemudian ada investor lainnya, PT. Airbus Helicopters Indonesia juga melirik Rinjani. Mereka menawarkan konsep heli tourism untuk menikmati keindahan alam Rinjani.

Selain itu, ada juga PT. Lombok Resort yang berencana membangun kereta gantung sepanjang 10 km di kawasan Gunung Rinjani bagian selatan tepatnya di wilayah KPH Rinjani Barat di Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. (nas)