Investor Gili Tangkong Diminta Segera Bekerja

Penandatanganan nota kesepahaman terkait pengelolaan Gili Tangkong dengan investor, beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dugaan penjualan aset daerah di Gili Tangkong yang dilakukan secara daring terus dikaji Pemprov NTB. Pemprov telah meminta Tim Investasi Daerah untuk mengkaji pelanggaran hukum terkait dugaan penjualan aset Gili Tangkong tersebut.

‘’Kemarin kita sudah rapat dengan Tim Investasi. Masih sedang diselidiki oleh Tim Investasi, Biro Hukum dan lainnya,’’ ujar Kepala UPTB Balai Pemanfaatan dan Pengamanan Aset Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Drs. Muhammad Anwar dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 9 September 2020.

Iklan

Anwar mengatakan, Tim Investasi Daerah Pemprov NTB terdiri dari berbagai unsur. Seperti Kejaksaan, pakar hukum dan pakar ekonomi. Sehingga, merekalah yang mengkaji secara mendalam mengenai dugaan penjualan aset daerah lewat situs www.balivillasale.com senilai Rp825 miliar tersebut.

‘’Sudah kita serahkan ke Tim Investasi. Masih sedang diselidiki. Di sana, Tim Investasi itu pakar-pakar hukum isinya. Kalau kita bukan orang hukum. Itu yang kita rapat kemarin,’’ ujarnya.

Selain itu, kata Anwar, pihaknya juga sedang menyurati PT. Heritage Resort & Spas yang memenangkan beauty contest untuk pemanfaatan aset Pemprov NTB seluas 72.723 meter persegi di Gili Tangkong.

‘’Kami akan bersurat. Suratnya sudah naik ke Pak Kaban untuk memanggil Heritage. Sebagai pemenang tender kemarin. Kita dorong segera action,’’ tandasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam situs balivillasale.com, tanah seluas 66.000 meter persegi ditawarkan dengan harga Rp825 miliar. Dalam situs tersebut juga ditampilkan beberapa foto pemandangan indah Gili Tangkong. (nas)