Investasi Senilai Rp190 Triliun akan Mengalir ke Teluk Santong

Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah dalam kunjungannya ke Kabupaten Sumbawa, akhir pekan kemarin. Selain mengantar investor, juga dimanfaatkan untuk bersilaturahmia dengan Pulau Moyo. (Suara NTB/humssetdantb)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – PT Palu GMA Refenery Consortium (PGRC), memilih Teluk Santong, Kecamatan Plampang, sebagai lokasi membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Oil and Gas (minyak dan gas). Keputusan ini diambil setelah Direktur dan Komisaris PT PGRC bersama rombongan Pemprov NTB melakukan kunjungan lapangan Jumat, 7 Agustus 2020.

Dalam kunjungan lapangan, Direktur dan Komisaris PT PGRC menyampaikan rasa takjubnya dengan segala potensi yang dimiliki Teluk Santong. Menurut mereka, potensi Teluk Santong dan sekitarnya konon melebihi semua persyaratan yang diminta oleh para investor.

Iklan

Bahkan, rencana awal jumlah investasi sebesar Rp150 triliun, kini berkembang lagi. Direktur dan Komisaris PTPGRC ini akan mengembangkan pabrik etanol dengan nilai proyek sebesar Rp40 triliun. Jadi total investasi yang akan digelontorkan di Sumbawa ini bisa menyentuh angka Rp190 triliun.

‘’Hasilnya (survei) sangat memuaskan. Semuanya melebihi ekspektasi kami. Ada tiga hal. Pertama kontur lahan sangat bagus. Perfect. Kedua, soil condition juga solid. Terakhir dari sisi kedalaman lautnya yang mencapai 25 meter.  Jadi kalau mau narik SPR, tidak panjang-panjang amat. Kita sudah survei langsung ke sana. Sudah sesuai rencana kita,’’ ujar Direktur PT PGRC Dr. Muhammad Rusdy seusai rapat dengan Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah dan sejumlah Kepala OPD lingkup Provinsi NTB di Sumbawa, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Bahkan menurut mereka, karakternya dinilai pas untuk minyak dan gas. Untuk lahan yang diminta seluas 1000 hektare dan yang tersedia 1.187 hektare.

Dari kunjungan lapangan ini, jajaran Komisaris PT PGRC juga tertarik mengembangkan pabrik etanol. Terkait hal ini, perusahaan membutuhkan lahan minimal 20 ribu hektar untuk tanaman tebu. Dan menurut data Pemda NTB, ada sekitar 21 ribu hektare lahan yang bisa disediakan.

Hal lain lagi yang membuat kagum para investor ini adalah proses pembangunan KEK sudah berjalan. Dan KEK yang dikembangkan adalah KEK agro dan energi. ‘’Dan ini menjadi cocok dengan rencana pembangunan PGRC. Energinya kan oil dan gas. Agronya untuk pabrik etanol,’’ kata Rusdy.

Ia menambahkan, ini akan menjadi green KEK. Karena energi yang akan dikembangkan di sana adalah clean energy. Dan proyek ini mengarah menggunakan green nuklir yang sekarang sudah masuk Indonesia.

‘’Yang lebih penting adalah untuk pertama kalinya di Indonesia lahannya clear dan clean. Tidak ada isu pembebasan lahan. Ini merupakan pertama kali ada KEK yang lahannya clear and clean. Ini terobosan baru yang luar biasa dari Bapak Gubernur,’’ kata Rusdy.

Sementara itu, Komisaris PT PGRC Mr.Akhmad Khalil mengapresiasi perhatian Gubernur NTB yang dinilai sangat luar biasa dalam memfasilitasi perusahaan. Memberikan kemudahan-kemudahan dalam mendukung rencana kegiatan perusahaan. ‘’Ini hari yang sangat luar biasa. Kami menemukan lokasi yang menakjubkan. Kita bisa mulai bisnis di sini,’’ ujarnya.

Menurutnya, karena usaha ini telah direncanakan sebelumnya, maka langkah selanjutnya tinggal menindaklanjuti dari rencana yang sudah ada. Misalnya menyiapkan lanskap, fasilitas akomodasi, pembangkit tenaga listrik dan sebagainya.

‘’Kita akan mulai aksi Bulan Desember ini. Masa persiapan ini butuh waktu sekitar tiga sampai lima tahun,’’ ujarnya.

Setelah proses lanskap, pekerjaan Strategic Petroleum Reserve (PSR) atau cadangan minyak strategis. ‘’Tujuannya pertama agar cashflow nya jalan. Jadi investornya gak terlalu lama, bisa jadi trading,’’ katanya.

Tujuan lainnya adalah meningkatkan cadangan minyak strategis nasional. Sekarang sekitar 11 hari. Jika mendapat tambahan 30 juta barel, diharapkan bisa meningkat paling tidak ke angka 25 hari cadangan strategisnya. Ini berkaitan dengan strategi blue print pemerintah dalam hal ketahanan energi nasional.

‘’Setelah SPR, refinery dengan Petrokimia. Jadi dua itu dijalankan paralael,’’ pungkasnya.

Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah mengibaratkan potensi alam Sumbawa dan syarat yang dicari oleh perusahaan seperti mur ketemu baut. ‘’Kita rencanakan ground breaking pada 17 Desember bertepatan dengan HUT NTB. Semoga ini semua berjalan sesuai rencana kita semua,’’ harap Dr.Zul.

Selain mengantar investor, gubernur dalam kunjungannya ke Kabupaten Sumbawa berkesempatan bersilaturahmia dengan warga Desa Labuhan Haji, Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa.

Dalam silaturahminya, gubernur menyerap aspirasi dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda di sana. Beragam aspirasi disampaikan termasuk oleh kepala desa. Harapannya masyarakat, Kecamatan Badas yang juga menjadi lokasi destinasi wisata dunia, Pulau Moyo ini, keberadaannya tidak saja menguntungkan investor. Tetapi dampak positifnya juga dinikmati masyarakat. (Humas NTB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here