Investasi Rp14 Triliun, Lahan Inti Pembangunan Smelter 63 Are Belum Tuntas Dibebaskan

HW. Musyafirin. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H.W.Musyafirin, M.M., menyebutkan, masih ada 63 are lahan yang dijadikan lokasi pembangunan smelter PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) belum dibebaskan. Dua orang pemilik lahan masih enggan melepaskan tanahnya meskipun akan dibebaskan dengan harga di atas appraisal.

‘’Pembebasan lahan sebenarnya hampir selesai. Cuma di sana ada satu, dua orang punya dua bidang lahan luasnya 63 are dari 172 hektare (lahan inti pembangunan smelter),’’ sebut Musyafirin dikonfirmasi di Kantor Bupati KSB, Kamis, 2 September 2021.

Iklan

Ia menyebutkan, lahan inti pembangunan smelter seluas 172 hektare. Hanya saja, masih ada 63 are yang belum dibebaskan karena pemiliknya masih enggan melepaskan lahan tersebut.

Musyafirin mengatakan Pemda terus membangun komunikasi dengan warga. Karena dalam UU Omnibus Law mengatur juga tentang pengadaan tanah untuk proyek strategis. Selain itu, Pemda juga meminta pendapat hukum dari Kejaksaan.

‘’Supaya hal-hal ini tak menjadi penghambat pembangunan kegiatan yang lebih besar. Itu proyek investasinya sampai Rp14 triliun,’’ ungkapnya.

Jangan sampai pembangunan proyek besar tersebut terhambat gara-gara persoalan lahan yang tersisa 63 are. ‘’Saya mengimbau masyarakat KSB, tak boleh terprovokasi oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab,’’ harapnya.

Bupati menambahkan, saat ini kontrak pembangunan smelter sudah selesai. Rencananya, pada Oktober atau November mendatang, konstruksi pembangunan smelter akan dimulai.

‘’Bulan Oktober atau November sudah mulai konstruksi. Itu dalam rapat di Kantor Gubernur yang disampaikan Presiden Direktur AMNT,’’ terangnya.

Progres pembangunan smelter di KSB mencapai 27 persen dari target 30 persen pada Juli 2021 karena pandemi Covid-19. Pembangunan smelter ditargetkan selesai Juni 2023 dengan kapasitas input produksi 900 ribu ton konsentrat tembaga dengan output 222 ribu ton katoda tembaga.(nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional