Investasi Pariwisata Paling Pesat di KSB

Penampakan beberapa bungalo yang telah dibangun oleh Mocean Dive Resort di sekitar pantai Moro, Kertasari. (instagram/Mocean Dive Resort @mocean_dive)

Taliwang (Suara NTB) – Pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi kegiatan investasi yang paling pesat perkembangannya. Berdasarkan keterangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat, meski pandemi Covid-19 melanda, namun aktivitas salah satu usaha jasa itu tetap berjalan.

“Kalau dibanding yang lain, progres usaha pariwisata paling pesat. Seolah tidak terdampak covid mereka ini,” cetus Sekretaris DPMPTSP KSB, Noto Karyono kepada wartawan, Senin, 7 Juni 2021.

Iklan

Noto mencontohkan, investasi pariwisata yang tetap menunjukkan kemajuan saat ini setidaknya ada tiga. Yakni PT Bumi Kristal Sumbawa (BKS) di kecamatan Sekongkang, Mocean Dive Resort di desa Kertasari, kecamatan Taliwang dan Privat Sanctuary Indonesia di pantai Jelenga, kecamatan Jereweh.

PTBKS yang beroperasi di pantai Lawar dan sekitarnya itu selama ini tetap melalukan pembangunan untuk melengkapi sejumlah fasilitasnya. Noto menjelaskan, perusahaan PMDN (penanaman modal dalam negeri) ini telah beberapa tahun mengantongi izin. Dan untuk mengembangan konsep wisata yang diusungnya, yaitu “golden city”. Sebuah konsep yang mengintegrasikan kegiatan pariwisata, kesehatan dan edukasi (pendidikan) itu tengah bersiap membangun kolam renang di pantai Lawar. “Nilai investasi mereka besar ya karena juga akan dikelola 2 perusahaan lainnya,” sebutnya.

Begitu juga dengan Mocean Dive Resort.  Berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) niai investasi perusahaan PMA (penanaman modal asing) ini mencapai Rp 8,4 miliar. Dan sejak mengantongi izin tahun 2020 lalu langsung tancap gas membangun fasilitasnya di sekitar pantai Moro.

Menurut Noto, perusahaan ini konsen mengelola pariwisata bawah laut perairan Kertasari. “Mereka ini sudah banyak buat bangunan reservasi semacam bungalo. Nah mereka fokus pada pariwisata bawah air. Malanya mereka membuka penyewaan sarana wisata air seperti perlenkapan menyelam” tukasnya seraya menambahkan PT Privat Sanctuary Indonesia juga mengelola wisata pantai Jelenga.

“Yang Privat Sanctuary operasionalnya di Jelenga. Dia ini juga sudah dalam tahap membangun,” sambung mantan sekretaris Dinas Perikanan (Distan) KSB ini.

Selanjutnya, dari sekian banyak investasi di KSB. Selain pariwisata, usaha perikanan disebutkan Noto juga cukup tinggi. Hanya saja selama pandemi covid-19 aktivitasnya tidak terlalu banyak pergerakan. “Perikanan paling tinggi nilai investasinya. Mereka bergerak pada kegiatan petambakan (udang). Cuma sekarang hanya yang sudah beroperasi yang jalan. Kalau yang sedang urus izin jalannya agak lambat. Mungkin karena covid ini juga,” pungkasnya. (bug)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional