Investasi Emas di Pegadaian Jadi Trend di Lombok

Kepala Departemen Produk Gadai PT. Pegadaian (Persero) Ampenan, Agus Sapto JP (kanan) bersama Kepala Cabang PT. Pegadaian (Persero) Syariah Cakranegara, Samsuri (kiri) menunjukkan emas 24 karat produksi ANTAM yang dapat dijadikan alternatif berinvestasi melalui Pegadaian. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Berinvestasi emas menjadi tren di Lombok, NTB. Pertumbuhan bisnis pegadaian bahkan mencapai dua digit pada tahun 2020. Investasi emas mendominasi. Perjalanan bisnis pegadaian di Lombok masih cukup menjanjikan, meskipun dunia sedang dilanda pandemi corona.

Tantangan ini dilalui dengan pertumbuhan bisnis pegadaian dari tahun 2019 ke 2020 mencapai 15 persen untuk semua produk di Pegadaian. Pada tahun 2019 komposisi pertumbuhan bisnisnya Pegadaian di Lombok adalah 73 persen gadai (termasuk investasi emas) dan 27 persen adalah pembiayaan mikro.tahun 2020, 78 persen disokong oleh gadai, sisanya pembiayaan mikro.

Iklan

Kepala Departemen Produk Gadai PT. Pegadaian (Persero) Ampenan, Agus Sapto JP bersama Kepala Cabang PT. Pegadaian (Persero) Syariah Cakranegara, Samsuri dalam diskusi dengan media di Mataram, Selasa (26/1) kemarin menjelaskan, produk inti pegadaian mengalami peningkatan yang signifikan. “Bisnis gadai tumbuh menggembirakan di Lombok,” ujarnya.

Pertumbuhan bisnis gadai di Lombok sampai dua digit ini menandakan ekonomi masih cukup bagus. Meskipun corona. Datang ke Pegadaian, menurut Sapto, tidak melulu hanya soal kebutuhan uang, lalu menggadaikan barang-barang berharganya. Justru trennya, masyarakat berkunjung ke Pegadaian untuk mengalihkan kemampuannya untuk saving, investasi emas. Pada Bulan September 2020, terjadi lonjakan harga emas. Ramai-ramai masyarakat ke Pegadaian untuk membeli emas dalam rangka investasi.

“Misalnya, ada yang datang beli emas 1 Kg secara cicil dalam jangka waktu maksimal 36 bulan angsuran. Dengan uang muka minimal 20 persen. Jatuh tempo nanti, emasnya diambil dengan berat sesuai kesepakatan,” ujarnya. Emasnya adalah emas batangan, 24 karat, produk PT. ANTAM (Aneka Tambang). Ada juga yang disiapkan dalam bentuk perhiasan.

Minat berinvestasi di emas ini yang trennya cukup menjanjikan  di Lombok dilatarbelakangi, bahwa pertahanan ekonomi yang paling bagus adalah emas. Harganya cenderung terus naik. Minim kerugian, dan paling cepat dijual ketika mendesak kebutuhan. Beda halnya misalnya berinvestasi di tanah, property, dibutuhkan waktu yang tidak tentu lakunya jika dilepas lagi.

“Dalam kondisi mendesak, emas yang paling cepat dijual. Dan harganya sampai kapanpun cenderung naik, sekian puluh tahun harga emas jarang turun. Ini salah satu alasan kenapa banyak masyarakat berinvestasi membeli emas secara cicil di pegadaian,” imbuhnya. Tahun 2016 harga emas kisaran Rp500-an ribu/gram. Tahun ini harga emas sudah mendekati Rp1 juta/gram. Naiknya sudah 100 persen. Sehingga masyarakat makin tergiur berinvestasi emas. Pegadaian terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara virtual. Sekali bersosialisasi, pemesanan  investasi dari masyarakat bisa 1 Kg sampai 3 Kg se area Lombok.

Samsuri menyebut, di Kabupaten Lombok Timur, satu orang bisa berinvestasi 500 gram dalam jangka waktu 1 tahun. Kemampuan ekonomi masyarakat masih cukup menjanjikan. Investasi emas ini bisa dibeli di pegadaian, pun bisa dijual kembali di Pegadaian. Masyarakat tak sulit mendapatkan, ataupun memindahtangankannya sewaktu-waktu. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional