Investasi di Pasar Kebon Roek Belum Jelas

Suasana Pasar Kebon Roek di Ampenan terlihat masih semrawut. Rencana pengelolaan dan pengembangan oleh pihak ketiga hingga kini belum jelas atau mengambang. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Rencana pengelolaan Pasar Kebon Roek sebagai pasar tradisional sehat dan higienis hingga kini mengambang atau belum jelas. Pengusaha asal Jakarta belum memberikan kepastian niat berinvestasi meskipun perencanaan telah rampung.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H. Amran M. Amin menerangkan, rencana pengelolaan Pasar Kebon Roek oleh investor sebenarnya telah masuk tahap finalisasi. Pembangunan pasar sebelumnya membutuhkan lahan sekira 6 hektar, tetapi lahan tersebut masuk kawasan hijau sehingga dilakukan perubahan desain.

Iklan

Berdasarkan masukan desain pasar terintegrasi dengan ruangan space pasar dengan ruang terbuka hijau. “ Padahal desainnya sudah jadi tinggal diekspose saja,” kata Amran ditemui belum lama ini. Pasca ekspose di hadapan kepala daerah serta pimpinan OPD lainnya akan dilanjutkan dengan penandatangan perjanjian kerjasama.

Akan tetapi, penandatanganan MoU tertunda akibat pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Amran mengaku, pandemi meluluhlantakan agenda pembangunan pemerintah. Kendati demikian, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak baik itu investor maupun Pemkot Mataram mundur atau membatalkan investasi. “Sekarang ini statusnya mengambang saja,” ucapnya.

Investor berencana menanamkan modal sekitar Rp200 miliar. Proses pembangunan serta penyiapan fasilitas atau sarana – prasarana menjadi tanggungjawab pengusaha dengan sistem kontrak. Meskipun dikelola pihak ketiga, pemerintah tetap mendapatkan royalti dan pajak. Perhitungan pajak dan royalti disepakati antara kedua belah pihak.

Amran menjelaskan,pengusaha asal Jakarta ingin mewujudkan Pasar Kebon Roek sebagai pasar rakyat yang sehat dan higienis. Dia memberikan catatan bahwa pembangunan pasar tradisional konsepnya harus menampung semua pedagang. Pihaknya tidak ingin program pemerintah justru menghilangkan mata pencarian masyarakat. “Makanya kita data semua pedagang yang ada di sana supaya diakomodir,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga menyerahkan sepenuhnya kebijakan pengelolaan maupun pengembangan Pasar Kebon Roek kepada Walikota dan Wakil Walikota Mataram terpilih. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional