Investasi di Mataram Capai Rp 15 Triliun

Mataram (Suara NTB) – Investor semakin tertarik menanamkan modal mereka di Mataram. Ini terlihat dari data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram di tahun 2016. Dimana, tingkat investasi yang masuk mencapai Rp 15 triliun lebih.

Perkembangan infrastruktur dan banyak perusahaan masuk beriringan dengan penyerapan tenaga kerja. Tercatat di tahun 2016 dari 2.428 perusahaan beroperasi di Kota Mataram telah mampu menyerap 30.018 tenaga kerja.

Iklan

Sebagai kawasan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Berpengaruh terhadap perkembangan investasi tiap tahunnya. Di tahun 2014 saat awal pembentukan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) investasi telah masuk Rp 3,3 triliun.

Terjadi peningkatan cukup signifikan di tahun 2015 mencapai Rp 8 triliun. Peningkatan investasi Rp 5 triliun itu ditopang banyaknya pembangunan infrastruktur penunjang seperti mall dan hotel.

Meski tak ada penambahan pembangunan skala besar. Di tahun 2016, ada penambahan investasi mencapai Rp 3,7 triliun lebih.

Kepala DPMPTSP Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa menjelaskan, selama tiga tahun ini saat dibentuk BPMP2T total investasi yang masuk di Mataram sekitar Rp 15 triliun. Peningkatan investasi tersebut dipadukan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja mencapai 30.018 jiwa dari total 2.428 perusahaan yang beroperasi di Mataram.

Dia menambahkan, investasi ini tidak bisa diprediksi. Sebab, tergantung apakah ada investor membangun dalam skala besar. Salah satu contoh, tiga tahun terakhir investasi di tahun 2015 meningkat menjadi Rp 8 triliun dari sebelumnya Rp 3 triliun di tahun 2014. Setahun kemudian kembali turun mencapai Rp 3,7 triliun.

“Ndak bisa kita prediksi karena investasi ini ndak menentu,” jelasnya Selasa, 14 Februari 2017.

Bidang Investasi di DPMPTSP akan dioptimalkan  menarik dari luar. Baru – baru ini, mereka telah mengikuti pameran di luar daerah. Dengan harapan, potensi telah dipromosikan dapat menarik minat investor. Hasil analisisnya bahwa kemungkinan besar di tahun 2017 akan ada peningkatan investasi. Hal ini berpatokan pada rencana pembangunan hotel berbintang di kawasan Rembiga serta beroperasinya pembangkit listrik di Tanjung Karang. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here